Posted by gatut on 26th May 2006
Kegiatan Akademik Semester Padat 2005/2006
Dikutip dari pengumuman Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dengan sedikit penyesuaian (jangan gunakan sebagai referensi).
Pengumuman
WD1-FE
Nomor: 073/03/Peng/2006
Kegiatan Akademik Semester Padat 2005/2006
1. Penetapan rencana studi
a. pengisian FRS : 01-03 Mei 2006
b. Penyerahan FRS : 01-03 Mei 2006
c. Pengumuman mata kuliah dan kelas setelah FRS : 20 Mei 2006
d. Perubahan (pembatalan saja) Rencana Studi : 05-06 Juni 2006
e. Pengumuman mata kuliah dan kelas setelah PRS : 10 Juni 2006
f. Pengambilan KRS dengan menunjukkan bukti pelunasan biaya SP: 20-23 Juni 2006
2. Masa Perkuliahan dan Ujian
a. Hari pertama kuliah : 29 Mei 2006
b. Ujian Tengah Semester : 26 Juni – 1 Juli 2006
c. Hari terakhir kuliah : 22 Juli 2006
d. Ujian Akhir Semester : 24-29 Juli 2006
3. Beban studi yang dapat diambil
a. 0-9 sks dengan maksimal 3 (tiga) mata kuliah (di luar responsi)
b. Perkuliahan setiap mata kuliah dilaksanakan 2 (dua) kali seminggu
+ Senin dan Kamis
+ Selasa dan Jumat
+ Rabu dan Sabtu
4.Prosedur
a. Pengisian dilakukan tanpa keharusan menempuh prosedur perwalian,
meskipun mahasiswa boleh berkonsultasi dengan dosen wali.
b. Setiap mahasiswa dapat mengisi pilihan maksimal 6 mata kuliah.
Fakultas akan menentukan matakuliah dan penempatan kelas tiap mahasiswa.
c. Semester padat 2005/2006 hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang akan
mengulang matakuliah yang telah mendapat nilai D dan E
5. Lihat petunjuk pelaksanaan semester padat 2005/2006
Dekan
u.b. PD1
Selamat belajar.
Posted in UNPAR | 1 Comment »
Posted by gatut on 24th May 2006
Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS, UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.
Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.
Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :
1. Dosen berjaga-jaga kalau tidak sempat buat soal baru. Masih bisa mengeluarkan soal lama.
2. Kebiasaan mahasiswa yang mengandalakan hanya daya ingatnya dan menghafal saja catatan kuliah singkat/copy transparan/slides kuliah dan sebagainya.
Alasan yang pertama memang menjadi tidak relevan ketika edisi buku berubah tiap satu atau dua tahun.
Alasan kedua lebih dikuatirkan terutama untuk matakuiliah yang dari sananya lambat berkembang [semisal – behavioral accounting, etika, logika, matematik dan sejenisnya yang variasi soal sangat tergantung pada kreasi dosen.
Hal lain yang tak terpikir sebelumnya adalah, bahwa produksi kertas bekas untuk dijual ke pabrik Leces bisa menjadi tambahan berarti untuk kesejahteraan karyawan (seandainya) langsung tanpa perlu melalui pos penerimaan universitas atau yayasan lagi.
Menurut saya, dikumpulkan kembali berkas soal itu bukan masalah besar kalau tidak dapat disebut “bermasalah”, terutama kalau alasannya sekedar “supaya mahasiswa dapat mempelajari kesalahannya supaya ujian kedua kali bisa lebih mudah dan lulus”. Bukankah asumsi mahasiswa harus mengikuti proses pembelajaran seutuhnya merupakan jaminan besar ia akan dapat lulus ?
Pertanyaan tambahan dari saya:
- Berapa banyak mahasiswa yang bersedia membahas kembali soal ujian sebelumnya?
- Bila soal ujian sebelumnya perlu bagi mahasiswa (berikutnya), mengapa tidak ada peredaran contoh soal ujian meskipun di kalangan terbatas (underground)?
Apa tanggapan?
Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | 2 Comments »
Posted by gatut on 24th May 2006
Mohon bantuan kepada Mahasiswa MM UNPAR untuk mengisi questionaire titipan dari Risa. Kemudian mengirimkan ke alamat email peneliti [anastasia_risa_wiguna-at-yahoo-dot-co-dot-id].
Semoga dapat menjadi bahan bagi kemajuan MM UNPAR.
Kutipan kata pengantar dari peneliti:
Responden yang terhormat,
Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir program sarjana, penulis berusaha melakukan pengumpulan data tentang pengaruh kepuasan mahasiswa magister management UNPAR terhadap niat untuk melakukan word of mouth. Untuk itu, besar harapan penulis agar responden bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam angket ini.
Atas kesediannya, penulis mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Anastasia R Wiguna
File: Questionaire: kepuasan pelanggan MM UNPAR
Posted in Lembaga pendidikan, UNPAR | 2 Comments »
Posted by gatut on 12th May 2006
Setidaknya, ada tiga cara mendapatkan kebahagiaan dalam belajar dan menjalani kehidupan. Cerita ini mungkin kutipan atau versi lain dari literatur yang terkenal, tapi aku mendengar dari mas Nur Indro, seorang dosen Hubungan Internasional, sekian tahun lalu.
Seorang murid datang kepada guru Satu dan bertanya: “Guru, mohon petunjuk kehidupan.”
Jawab guru Satu: “Lakukanlah apa yang aku lakukan.”
Murid itu melihat apa yang dilakukan sang guru dan mengikuti setiap langkah guru Satu. Makin lama, murid merasa begitu banyak yang harus diperhatikan. Hidupnya sarat.
Sang murid datang ke guru Dua dan bertanya: “Guru, apa arti hidup?”
Guru Dua menjawab: “Lakukanlah dengan kasih.”
Murid menjalani kembali kehidupannya bagi kepentingan orang lain. Dia melihat peranannya di dunia ini. Namun, kemudian beban hidup nya justru lebih berat.
Dia datang kepada guru Tiga dan bertanya: “Guru, bagaimana supaya aku bahagia?”
Guru Tiga tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Makna cerita tersebut dalam hal belajar:
1. Sudah banyak orang yang menemukan “cara belajar” yang sukses. Anda bisa mengikuti cara mereka, namun mungkin perlu penyesuaian.
2. Berikan semangat dalam belajar dengan kecintaan pada bidang yang dipelajari. Rasa penasaran, keinginan menggali dan mengembangkan akan menambah waktu dan tenaga.
3. Pastikan bahwa kesenangan itu muncul dalam kegiatan belajar. Munculkan ekspresi senyum dan keceriaan. Jangan menunggu kemunculannya. Lakukan dengan sengaja (tidak berlebihan). Lingkungan anda juga akan bergairah karenanya.
Senang bisa memanfaatkan (tanpa merugikan).
Posted in motivasi | Comments Off