GAgasan Tanpa Update Terus

Gagasan, sharing, diskusi, mengenai pendidikan secara umum dan pendidikan komputer (teknologi informasi)

Archive for the 'Lembaga pendidikan' Category

Rumah untuk Pejabat dan Pengadaan Teknologi Informasi

Posted by gatut on 2nd May 2007

Dulu, pejabat mendapat rumah dinas karena jabatan. Sekarang, pejabat sekarang mendapat 3 rumah:

  • Rumah pertama, rumah sakit jika stres
  • Rumah kedua, rumah tahanan karena tuduhan
  • Rumah ketiga, rumah duka jika tak tahan

Selamat, anda dapat rumah!!!

Cerita yang dikutip dari obrolan ringan dengan Prof. Dr.Ir. H. Rochim Suratman dalam acara temu silaturahmi kopertis-4 pada hari Sabtu, 28 April lalu, mengingatkan pada kita bahwa tanggung-jawab tidak sekadar tanggungan untuk menjawab.

Pengadaan barang dan jasa seharusnya sudah ada prosedur yang bisa diikuti. Termasuk prosedur pengadaan teknologi informasi, yang meskipun memiliki keunikan. Jika prosedur pengadaan yang ada sudah tidak memadai, sebaiknya diperbaiki/disesuaikan sebelum terlalu banyak pelanggaran. Apalagi bila disertai alasan: cuman sekedar cari sesuap nasi.

Tautan:

  1. Kemelut di Pengadaan Teknologi Informasi (di BHMN?)
  2. Permasalahan Pengadaan Teknologi Informasi di Indonesia
  3. Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2007

Posted in Lembaga pendidikan, Teknologi Informasi | No Comments »

Buku merakyat bukan buku melarat

Posted by gatut on 6th February 2007

Siapa yang tidak terperangah membaca review bukuĀ MENGATASI SUSAH KENTUT & MENGOBATI PANU? Untunglah ditutup dengan moral cerita:

Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita mengampanyekan gemar membaca tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.

Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah dengan harga dan distribusi terjangkau masyarakat. Subsidi percetakan mungkin bukan solusi, karena hanya menguntungkan pengusaha.

Lebih penting mendapatkan kemampuan memproduksi ‘isi’ berkualitas yang ada dalam buku. Kemampuan produksi, dalam arti bersinambung, berkelanjutan.
Ada ide?

ps: judulnya tak nyambung?

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann, motivasi | 1 Comment »

Kalender akademik: UNPAR 2006/2007

Posted by gatut on 2nd November 2006

Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik) Universitas Katolik Parahyangan Tahun ajaran 2006/2007

  • 24 juli 2006 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
  • 1-3 Agustus 2006 Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
  • 12 Agustus 2006 Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
  • 15 Agustus 2006 Pengumuman kelas paralel sementara
  • 16 Agustus 2006 Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
  • 16 Agustus 2006 Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
  • 18-19 Agustus 2006 Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik
  • 22 Agustus 2006 Awal perkuliahan
  • 28-30 Agustus 2006 Perubahan Rencana Studi
  • 02 September 2006 Pengumuman kelas paralel tetap
  • 15 September 2006 Batas akhir pendaftaran wisuda 1
  • 25 September 2006 Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2
  • 30 September 2006 upacara wisuda 1
  • 02-14 Oktober 2006 Ujian Tengah Semester
  • 09 Desember 2006 Akhir perkuliahan
  • 11-22 Desember 2006 Ujian Akhir semester
  • 06 Januari 2007 Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil
  • 08 Januari 2007 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
  • 11-13 Januari 2007 Perwalian dan pendaftaran FRS
  • 17 Januari 2007 Dies natalis unpar ke-52
  • 19 Januari 2007 Batas akhir pendaftaran wisuda 2
  • 20 Januari 2007 Pengumuman kelas paralel sementara
  • 22 Januari 2007 Awal perkuliahan
  • 29-31 Januari 2007 PRS
  • 03 Februari 2007 Pengumuman kelas paralel tetap
  • 03 Februari 2007 Upacara wisuda 2
  • 05 Maret 2007 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2
  • 12-24 Maret 2007 UTS
  • 12 Mei 2007 Akhir perkuliahan
  • 14-26 Mei 2007 UAS
  • 25 Mei 2007 Batas akhir pendaftaran wisuda 3
  • 02 Juni 2007 Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap
  • 09 Juni 2007 Upacara wisuda 3

ps: sorry. Ada kesalahan. Rasanya ini pernah diposting tapi ternyata nyangkut baru terlihat. :(

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann, UNPAR | No Comments »

Menimbang Aplikasi Pembelajaran elektronis

Posted by gatut on 11th September 2006

Sistem pembelajaran elektronis (e-learning) bisa pakai yang murah, bisa yang mahal, tapi yang penting manfaat. Betul?

Tanggal 23-24 Agustus saya ditugasi mendampingi Pak Wimpy hadir dalam pertemuan CKNet-INA (Collaborative Knowledge Network Indonesia). Tujuan acara ini untuk menyiapkan dukungan pengelolaan knowledge seputar sumber daya air. Namun, dalam artikel ini saya tidak bicara tentang WRM (water resource management). Bukan kapasitas saya, gitu loh bahasa diplomatisnya. he he …

Dalam workshop dua hari ini, bertemu pula perwakilan pengelola sumber daya Teknologi Informasi dari 10 universitas besar di Indonesia. In random order: UBINUS, UNPAR, ITB, ITS, UNDIP, UGM, UNHAS, UNMER, UNAND, UI. Setelah perkenalan, kami sempat berbagi cerita tentang ketersediaan resource masing-masing: jumlah host, server, koneksi intranet, dan koneksi internet. Serta hal-hal lain yang tak dapat disebutkan satu-per-satu .. *glg* :P

Ada dua hal seputar resource TI yang saya kira perlu dilaporkan di sini.

Pertama. 7 universitas sudah terhubung ke INHERENT (http://www.dikti.org/inherent/). Lainnya, sedang mempersiapkan diri untuk juga dapat terhubung ke INHERENT.

Kedua. Semua anggota tertarik untuk mempertimbangkan menggunakan struktur data bahan-bahan perkuliahan yang dapat dipertukarkan. Calon terkuat menggunakan standard bernama SCORM.

Kata situs moodle: SCORM (Sharable Content Object Reference Model) is a collection of specifications that enable interoperability, accessibility and reusability of web-based learning content.

Kata situs wikipedia: Sharable Content Object Reference Model (SCORM) is a collection of standards and specifications for web-based e-learning.

Setiap perguruan tinggi (dan sekolahan) yang bermaksud menjalankan aplikasi e-learning hendaknya mengikuti standard SCORM ini. Baik menggunakan sistem yang sudah ada atau -terlebih- bila sistem tersebut dibangun sendiri.

Salah satu implementasi e-learning yang menjalani standar SCORM, yang opensource dan yang diakui paling lengkap fiturnya adalah moodle. Semua anggota me-rekomendasi penggunaan software ini. Ada artikel lebih lengkap di situsnya.

a. Dokumen umum tentang moodle:
http://docs.moodle.org/en/About_Moodle

b. Dokumen untuk pengguna – guru/pengajar:
http://docs.moodle.org/en/Teacher_documentation

c. Dokumen untuk pengelola, administrasi:
http://docs.moodle.org/en/Administrator_documentation

d. Dokumen untuk pengembang sistem informasi:
http://docs.moodle.org/en/Developer_documentation

Meskipun software ini tersedia gratis, bukan berarti tanpa biaya untuk memanfaatkannya. Tetap perlu sumber daya untuk mempelajari, mempertimbangkan, mengambil keputusan, menyiapkan, menjalankan, … bla bla bla .. lainnya.

Namun, yang pasti, jelas tidak perlu biaya atas lisensi softwarenya. Juga untuk source codenya. Jadi, kalau ada kesempatan mengurangi unsur biaya (software gratis), mengapa harus bayar?

Jawabannya, mungkin, adalah … oops, di luar kapasitas saya. he he ….

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann, Teknologi Informasi, UNPAR | 1 Comment »

Mengapa semua soal ujian dikembalikan?

Posted by gatut on 24th May 2006

Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS, UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.

Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.

Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :

1. Dosen berjaga-jaga kalau tidak sempat buat soal baru. Masih bisa mengeluarkan soal lama.

2. Kebiasaan mahasiswa yang mengandalakan hanya daya ingatnya dan menghafal saja catatan kuliah singkat/copy transparan/slides kuliah dan sebagainya.

Alasan yang pertama memang menjadi tidak relevan ketika edisi buku berubah tiap satu atau dua tahun.

Alasan kedua lebih dikuatirkan terutama untuk matakuiliah yang dari sananya lambat berkembang [semisal – behavioral accounting, etika, logika, matematik dan sejenisnya yang variasi soal sangat tergantung pada kreasi dosen.

Hal lain yang tak terpikir sebelumnya adalah, bahwa produksi kertas bekas untuk dijual ke pabrik Leces bisa menjadi tambahan berarti untuk kesejahteraan karyawan (seandainya) langsung tanpa perlu melalui pos penerimaan universitas atau yayasan lagi.

Menurut saya, dikumpulkan kembali berkas soal itu bukan masalah besar kalau tidak dapat disebut “bermasalah”, terutama kalau alasannya sekedar “supaya mahasiswa dapat mempelajari kesalahannya supaya ujian kedua kali bisa lebih mudah dan lulus”. Bukankah asumsi mahasiswa harus mengikuti proses pembelajaran seutuhnya merupakan jaminan besar ia akan dapat lulus ?

Pertanyaan tambahan dari saya:

  • Berapa banyak mahasiswa yang bersedia membahas kembali soal ujian sebelumnya?
  • Bila soal ujian sebelumnya perlu bagi mahasiswa (berikutnya), mengapa tidak ada peredaran contoh soal ujian meskipun di kalangan terbatas (underground)?

Apa tanggapan?

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | 2 Comments »

Questionaire: kepuasan pelanggan MM Unpar

Posted by gatut on 24th May 2006

Mohon bantuan kepada Mahasiswa MM UNPAR untuk mengisi questionaire titipan dari Risa. Kemudian mengirimkan ke alamat email peneliti [anastasia_risa_wiguna-at-yahoo-dot-co-dot-id].

Semoga dapat menjadi bahan bagi kemajuan MM UNPAR.

Kutipan kata pengantar dari peneliti:

Responden yang terhormat,
Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir program sarjana, penulis berusaha melakukan pengumpulan data tentang pengaruh kepuasan mahasiswa magister management UNPAR terhadap niat untuk melakukan word of mouth. Untuk itu, besar harapan penulis agar responden bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam angket ini.

Atas kesediannya, penulis mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,
Anastasia R Wiguna

File: Questionaire: kepuasan pelanggan MM UNPAR

Posted in Lembaga pendidikan, UNPAR | 2 Comments »

Seminar Lintas Arta untuk Lembaga Pendidikan (2006-04-19)

Posted by gatut on 22nd April 2006

Kualitas network Lintas Arta terlalu tinggi atau arti/manfaat network terlalu rendah bagi lembaga pendidikan.

Pada tanggal 19 April 2006 Lintas Arta mengadakan seminar sehari di Hotel Panghegar, Bandung, dengan tema “Pemanfaatan teknologi komunikasi data dan internet dalam mendukung ICT“.

Seminar dimulai dengan uraian manfaat jaringan data dan aspek apa saja yang diperlukan untuk mengukur performansi jaringan yang baik. Bahasan teknologi jaringan tidak banyak mengundang minat peserta. Namun, ketika sesi tanya-jawab dibuka, ternyata banyak peminat.

Pembahasan dalam seminar tersebut kemudian melebar pada produk jasa Lintas Arta. Tepatnya, jasa ketersediaan jaringan komputer. Seminar ini, menurut presenter, bertujuan meningkatkan awareness perusahaan Lintas Arta beserta produknya kepada peserta yang berasal dari lembaga pendidikan.
Menurut saya, pokok pikiran dari diskusi yang cukup panjang mencakup:

  • Lintas Arta memiliki jaringan yang sangat luas, dan
  • Jasa connectivity dari Lintas Arta telah terjamin (mengikuti standar ISO)
  • sehingga Service Level Agreement (SLA) mencapai 99%, atau
  • dengan kata lain, jaringan hanya terputus sebanyak (1%, yaitu karena faktor alam).
  • Namun, tarif yang ditetapkan terlalu tinggi bagi lembaga pendidikan

Meskipun presenter dengan gigih menjelaskan bahwa [1] harga sebanding dengan manfaat dan bahwa [2] mahal bersifat relatif dan terjangkau, tetapi para peserta juga berpendapat bahwa tingkat urgensi kebutuhan bagi lembaga pendidikan tidak setinggi itu. Bisa dimaklumi bahwa lembaga pendidikan juga menghadapi opini tentang “mahalnya biaya pendidikan“.

Akhirnya (syukurlah) diskusi dihentikan untuk mengakomodasi urusan perut dengan kesepakatan bersama bahwa seminar ini memang untuk awareness.

Posted in Lembaga pendidikan | Comments Off

Menghitung perkiraan biaya pendidikan

Posted by gatut on 22nd April 2006

Mencermati biaya pendidikan yang semakin tinggi dan tidak kunjung turun (mungkin memang tidak akan turun?), barangkali lebih baik bersiap diri daripada menunggu tindakan dari pihak lain (misal pemerintah).
Dikutip dari:

http://www.perencanakeuangan.com/files/PerkiraanBiayaPendidikan.html

MENGHITUNG PERKIRAAN BIAYA PENDIDIKAN

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV

Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar bercerita tentang mahalnya biaya masuk kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Jumlahnya tidak usah saya ceritakan berapa, tapi yang jelas sangat mahal. Padahal, itu baru uang masuknya doang.

Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa yang namanya Biaya Pendidikan harus dipersiapkan sejak sekarang. Betul, memang tidak semua Biaya Pendidikan itu mahal. Bervariasinya bentuk sekolah, terutama sekolah yang jenjangnya sudah cukup tinggi seperti Sekolah Tinggi, Akademi atau Universitas, membuat tidak semua standar biaya bisa sama. Jangankan pendidikan tinggi, jenjang sekolah yang lebih rendah seperti SD, SMP dan SMU saja bisa bervariasi biayanya satu sama lain. Itulah karenanya beberapa di antara Anda ada yang merasa mampu untuk membayar biaya pada Sekolah A, tetapi tidak mampu untuk membayar biaya pada Sekolah B yang harganya lebih mahal.

Namun demikian, perlu diketahui bahwa bukan berarti Sekolah A yang biayanya dinilai murah tersebut akan tetap sama murahnya pada tahun-tahun mendatang. Ini karena yang namanya Biaya Pendidikan pasti akan naik terus dari tahun ke tahun. Jadi, kalaupun sekarang ada sekolah yang biaya pendidikannya dirasa tidak mahal, tetapi karena biaya tersebut naik terus tiap tahun, jatuh-jatuhnya pasti mahal.

Saya beri contoh sederhana saja: anggap saja sekarang anak Anda berusia 3 tahun. Pertanyaannya gampang, kalau sekarang Uang Pangkal SMU adalah Rp 4 juta, dan usia rata-rata seseorang masuk SMU adalah ketika pada usia 15 tahun, apakah nantinya Anda akan membayar jumlah yang sama ketika nantinya anak Anda masuk SMU sekitar 12 tahun lagi?

Pasti beda, karena nantinya Biaya Pendidikan tersebut pasti akan jauh lebih mahal.

CARA MENGHITUNG

Lalu, bagaimana cara Anda bisa menghitung dan memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kan, Anda tidak tahu berapa persen jumlah kenaikannya setiap tahun?

Betul. Kita memang tidak bisa memperkirakan dengan pasti berapa jumlah Biaya Pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan asumsi tertentu, dan berharap supaya pengandaian tersebut tidak meleset. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan asumsi bahwa setiap tahun Biaya Pendidikan akan selalu naik sebesar 10 persen setiap tahun. Rata-rata.

Dengan demikian, kalau misalnya Uang Pangkal masuk SMU pada saat ini adalah Rp 4 juta, tahun depan bisa diperkirakan bahwa Uang Pangkal tersebut akan menjadi Rp 4.400.000,-. Darimana angka itu didapat? Gampang: Rp 4 juta + (10% x Rp 4 juta)

TINGGAL DIKALIKAN

Sebetulnya, selain cara di atas, Anda juga bisa memakai rumus: Rp 4 juta X 1,1.

Lho, kok 1,1? Dapat dari mana itu? Oh, itu sih cuma matematika sederhana. 1,1 kan sama dengan 10% di atasnya 100%. Jadi, 1,1 itu adalah bentuk desimal agar Anda lebih cepat dalam melakukan perkalian memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan.

Tapi kalau Anda mau pakai pengandaian kenaikan Biaya Pendidikan 20% per tahun, maka Anda bisa menggunakan bentuk desimal 1,2. Kalau asumsi kenaikan Biaya Pendidikannya adalah 30% per tahun, gunakan bentuk desimal 1,3. Begitu seterusnya.

Nah, kembali ke contoh kenaikan 10% dalam satu tahun, maka apabila tahun ini Uang Pangkal masuk SMU adalah Rp 4 juta, maka tahun depan angka tersebut diperkirakan menjadi: Rp 4 juta x 1,1 = Rp 4.400.000.

Itu untuk tahun depan. Kalau untuk dua tahun ke depan bagaimana? Anda bisa melakukan perkalian tersebut diatas dengan cara mengulangnya sampai dua kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1

Kalau untuk lima tahun ke depan bagaimana?

Ulang perkalian tersebut sampai lima kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1. Kalau untuk 12 tahun ke depan? Ulang sampai duabelas kali. Begitu seterusnya.

Memang, yang namanya perkiraan Biaya Pendidikan seringkali tidak bisa dihitung dengan cara yang sesederhana itu. Tapi melakukan perkiraan jelas masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan adanya angka perkiraan seperti yang sudah Anda pelajari di atas tadi, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan persiapan. Ibarat Anda sedang bepergian, Anda tahu dengan pasti ke mana arah yang sedang Anda tuju.

Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda, hal yang paling penting adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa perkiraan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur strategi agar siap bila tiba saatnya nanti.

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | 1 Comment »

Kalender akademik: UNPAR 2006/2007

Posted by gatut on 21st April 2006

Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik)
Universitas Katolik Parahyangan

Tahun ajaran 2006/2007

24 juli 2006        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006    Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006        Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006        Pengumuman kelas paralel sementara
16 Agustus 2006        Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
16 Agustus 2006        Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
18-19 Agustus 2006    Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik
22 Agustus 2006        Awal perkuliahan
28-30 Agustus 2006    Perubahan Rencana Studi
02 September 2006    Pengumuman kelas paralel tetap
15 September 2006    Batas akhir pendaftaran wisuda 1
25 September 2006    Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2
30 September 2006    upacara wisuda 1
02-14 Oktober 2006    Ujian Tengah Semester
09 Desember 2006    Akhir perkuliahan
11-22 Desember 2006    Ujian Akhir semester

06 Januari 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil
08 Januari 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
11-13 Januari 2007    Perwalian dan pendaftaran FRS
17 Januari 2007        Dies natalis unpar ke-52
19 Januari 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 2
20 Januari 2007        Pengumuman kelas paralel sementara
22 Januari 2007        Awal perkuliahan
29-31 Januari 2007    PRS
03 Februari 2007    Pengumuman kelas paralel tetap
03 Februari 2007    Upacara wisuda 2
05 Maret 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2
12-24 Maret 2007    UTS
12 Mei 2007        Akhir perkuliahan
14-26 Mei 2007        UAS
25 Mei 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 3
02 Juni 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap
09 Juni 2007        Upacara wisuda 3

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | Comments Off

Pendidikan bisnis: pendidikan yang bersifat bisnis

Posted by gatut on 22nd March 2006

Harga mahal untuk produk pendidikan karena memenuhi permintaan konsumen yang menjadi target market pebisnis pendidikan.

Tidak baik mengeluhi mahalnya harga jasa pendidikan yang dijual oleh badan usaha (yang bergerak di bidang pendidikan). Mereka hanya memenuhi permintaan konsumen pada segmen pasar mereka. Setiap badan usaha pendidikan pasti telah mempertimbangkan faktor harga jual yang dapat diterima oleh pangsa pasarnya.

Produk mereka adalah “jasa pendidikan“. Selama masih ada konsumen yang bersedia membayar lebih mahal untuk produk tersebut, mereka akan terus menaikkan harga jual.

Sebutlah

  • ada pasar-A (pasar kelas Atas yang kaya raya dan sanggup bayar berapa saja) dan
  • ada pasar-B (pasar kelas Bawah yang miskin nestapa dan tanpa dana).

Kemudian pula

  • ada BU-A (badan usaha Atas, yang jual produk mahal harganya) serta
  • ada BU-B (badan usaha Bawah, yang menyedia produk tanpa harga).

Permainannya adalah pasangkan!

Jelas jawabannya (pasar-A dengan BU-A) dan (pasar-B dengan BU-B).

Bila BU-A tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar-A, maka akan ada BU-BU lain yang melihat peluang ini. Kemudian, bila sudah pasti ada yang berdaya-beli pada harga tinggi, siapa yang tidak mau jualan dengan harga mahal? Jadi, wajarlah bila kemudian bertumbuhan BU-A BU-A yang memenuhi kebutuhan masyarakat yang ternyata mau-dan-mampu-beli.

[Please, jangan hanya lihat sisi suram: daya beli menurun,
tetapi ternyata mobil mewah dan makin mewah berseliweran.]

Bila anda termasuk orang-yang-tidak-mau membayar jasa mereka, maka seharusnya tahu diri dengan mengkonsumsi produk pendidikan lain yang lebih murah atau malah tidak-membayar. Analoginya: jangan protes karena harga nasi-goreng yang dijual di McD (Mak Deh) lebih mahal daripada warteg (warung-tega, tanpa eL).

Bagi BU-A, menurunkan harga sampai batas yang berakibat menurunkan fasilitas akan berdampak pada turunnya kualitas. Selanjutnya, konsumen lari, berpindah ke BU-A lain. Asumsinya, BU-A telah memberikan harga terrendah atas produk terbaik yang mereka bisa sediakan.

Layaknya dalam industri lain, dalam industri pendidikan juga ada persaingan bisnis. Para BU jenis A ini juga pasti berusaha memenangkan kompetisi dengan memperhitungkan faktor persaingan pada saat penetapan harga.

Para calon konsumen yang mau pasti juga punya cara untuk meng-evaluasi apakah harga sepadan dengan jasa yang ditawarkan. Di Indonesia, salah satu tolok ukur dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN – PT). Sayangnya, BAN ini tidak menampilkan “biaya studi
sebagai bahan pembanding.

Seperti perusahaan dalam industri lain, badan usaha juga memiliki tanggungjawab sosial (corporate social responsibilities). Dan, tanggungjawab sosial bukan berarti sekedar bagi-bagi rejeki. Selalu ada “udang di balik batu“. Ini juga wajar! Siapa mau rugi? Eits, jangan mengutuk dulu. Bila ada sejumlah pilihan berbuat baik ada yang memberi keuntungan lain, mengapa tidak kerjakan yang menguntungkan terlebih dahulu? Dalam istilah orang agama-is berbunyi: beramal secara cerdas.

Salah satu cara “beramal cerdas” adalah dengan memberi beasiswa. Masyarakat lingkungan (social) diuntungkan karena ada kesempatan bagi beberapa orang pintar yang-tidak-berdaya-beli. Udang-nya adalah dengan menjaga jumlah orang pintar dalam civitas. Manfaat bagi perusahaan setidaknya ada dua:

  • (1) persentase lulusan -yang baik- juga terjaga dan
  • (2) sebagai katalis, membantu kemampuan belajar civitas lain secara langsung-atau-tidak.

Segitu dulu.

Bahasan berikut untuk digagas:
+ Ceiling price: Pengendalian harga pendidikan?
+ Oligopoli: penguasaan pasar pendidikan.
+ Options for the poor (pilihan bagi yang tak-mampu): alternatif pendidikan, pendidikan alternatif.
+ Pendidikan swadaya
+ Formalitas pendidikan: standarisasi atau registrasi?
+ Pengakuan: terdaftar, diakui, disamakan, mengapa tidak ada “melebihi” ?

Posted in Lembaga pendidikan | 1 Comment »