<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GAgasan Tanpa Update Terus &#187; Lembaga pendidikan</title>
	<atom:link href="http://gatut.edublogs.org/category/lembaga-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gatut.edublogs.org</link>
	<description>Gagasan, sharing, diskusi, mengenai pendidikan secara umum dan pendidikan komputer (teknologi informasi)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Mar 2008 15:57:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rumah untuk Pejabat dan Pengadaan Teknologi Informasi</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2007/05/02/rumah-untuk-pejabat-dan-pengadaan-teknologi-informasi/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2007/05/02/rumah-untuk-pejabat-dan-pengadaan-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 11:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2007/05/02/rumah-untuk-pejabat-dan-pengadaan-teknologi-informasi/</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, pejabat mendapat rumah dinas karena jabatan. Sekarang, pejabat sekarang mendapat 3 rumah:

Rumah pertama, rumah sakit jika stres
Rumah kedua, rumah tahanan karena tuduhan
Rumah ketiga, rumah duka jika tak tahan

Selamat, anda dapat rumah!!!
Cerita yang dikutip dari obrolan ringan dengan Prof. Dr.Ir. H. Rochim Suratman dalam acara temu silaturahmi kopertis-4 pada hari Sabtu, 28 April lalu, mengingatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, pejabat mendapat rumah dinas karena jabatan. Sekarang, pejabat sekarang mendapat 3 rumah:</p>
<ul>
<li>Rumah pertama, rumah sakit jika stres</li>
<li>Rumah kedua, rumah tahanan karena tuduhan</li>
<li>Rumah ketiga, rumah duka jika tak tahan</li>
</ul>
<p>Selamat, anda dapat rumah!!!</p>
<p>Cerita yang dikutip dari obrolan ringan dengan Prof. Dr.Ir. H. Rochim Suratman dalam acara temu silaturahmi <a href="http://kopertis4.or.id/" title="Jawa Barat, Banten">kopertis-4</a> pada hari Sabtu, 28 April lalu, mengingatkan pada kita bahwa tanggung-jawab tidak sekadar tanggungan untuk menjawab.</p>
<p>Pengadaan barang dan jasa seharusnya sudah ada prosedur yang bisa diikuti. Termasuk prosedur pengadaan teknologi informasi, yang meskipun memiliki keunikan. Jika prosedur pengadaan yang ada sudah tidak memadai, sebaiknya diperbaiki/disesuaikan sebelum terlalu banyak pelanggaran. Apalagi bila disertai alasan: cuman sekedar cari sesuap nasi.</p>
<p>Tautan:</p>
<ol>
<li><a href="http://rahard.wordpress.com/2007/04/30/kemelut-di-pengadaan-teknologi-informasi/" title="Kemelut di Pengadaan Teknologi Informasi">Kemelut di Pengadaan Teknologi Informasi</a>  (di BHMN?)</li>
<li><a href="http://rahard.wordpress.com/2007/04/03/permasalahan-pengadaan-teknologi-informasi-di-indonesia/">Permasalahan Pengadaan Teknologi Informasi di Indonesia</a></li>
<li><a href="http://www.dgip.go.id/article/articleview/190/1/5" title="DITJEN-HKI">Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2007</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2007/05/02/rumah-untuk-pejabat-dan-pengadaan-teknologi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku merakyat bukan buku melarat</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 01:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak terperangah membaca review buku MENGATASI SUSAH KENTUT &#38; MENGOBATI PANU? Untunglah ditutup dengan moral cerita:
Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita mengampanyekan gemar membaca tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.
Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak terperangah membaca review buku <a href="http://blogombal.org/2007/01/31/kehidupan-surgawi-kata-ibu-itu/"></a><a href="http://blogombal.org/2007/01/31/kehidupan-surgawi-kata-ibu-itu/" title="MENGATASI SUSAH KENTUT &amp; MENGOBATI PANU">MENGATASI SUSAH KENTUT &amp; MENGOBATI PANU</a>? Untunglah ditutup dengan moral cerita:</p>
<blockquote><p>Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita <span class="blines3">mengampanyekan gemar membaca</span> tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.</p></blockquote>
<p>Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah dengan harga dan distribusi terjangkau masyarakat. Subsidi percetakan mungkin bukan solusi, karena hanya menguntungkan pengusaha.</p>
<p>Lebih penting mendapatkan kemampuan memproduksi &#8216;isi&#8217; berkualitas yang ada dalam buku. Kemampuan produksi, dalam arti bersinambung, berkelanjutan.<br />
Ada ide?</p>
<p>ps: judulnya tak nyambung?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalender akademik: UNPAR 2006/2007</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2006 12:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[UNPAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/</guid>
		<description><![CDATA[Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik) Universitas Katolik Parahyangan Tahun ajaran 2006/2007

24 juli 2006		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006	Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006		Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006		Pengumuman kelas paralel sementara
16 Agustus 2006		Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
16 Agustus 2006		Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
18-19 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik) Universitas Katolik Parahyangan Tahun ajaran 2006/2007</p>
<ul>
<li>24 juli 2006		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1</li>
<li>1-3 Agustus 2006	Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama</li>
<li>12 Agustus 2006		Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara</li>
<li>15 Agustus 2006		Pengumuman kelas paralel sementara</li>
<li>16 Agustus 2006		Upacara penerimaan mhs baru secara resmi</li>
<li>16 Agustus 2006		Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru</li>
<li>18-19 Agustus 2006	Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik</li>
<li>22 Agustus 2006		Awal perkuliahan</li>
<li>28-30 Agustus 2006	Perubahan Rencana Studi</li>
<li>02 September 2006	Pengumuman kelas paralel tetap</li>
<li>15 September 2006	Batas akhir pendaftaran wisuda 1</li>
<li>25 September 2006	Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2</li>
<li>30 September 2006	upacara wisuda 1</li>
<li>02-14 Oktober 2006	Ujian Tengah Semester</li>
<li>09 Desember 2006	Akhir perkuliahan</li>
<li>11-22 Desember 2006	Ujian Akhir semester</li>
<li>06 Januari 2007		Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil</li>
<li>08 Januari 2007		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1</li>
<li>11-13 Januari 2007	Perwalian dan pendaftaran FRS</li>
<li>17 Januari 2007		Dies natalis unpar ke-52</li>
<li>19 Januari 2007		Batas akhir pendaftaran wisuda 2</li>
<li>20 Januari 2007		Pengumuman kelas paralel sementara</li>
<li>22 Januari 2007		Awal perkuliahan</li>
<li>29-31 Januari 2007	PRS</li>
<li>03 Februari 2007	Pengumuman kelas paralel tetap</li>
<li>03 Februari 2007	Upacara wisuda 2</li>
<li>05 Maret 2007		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2</li>
<li>12-24 Maret 2007	UTS</li>
<li>12 Mei 2007		Akhir perkuliahan</li>
<li>14-26 Mei 2007		UAS</li>
<li>25 Mei 2007		Batas akhir pendaftaran wisuda 3</li>
<li>02 Juni 2007		Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap</li>
<li>09 Juni 2007		Upacara wisuda 3</li>
</ul>
<p>ps: sorry. Ada kesalahan. Rasanya ini pernah diposting tapi ternyata nyangkut baru terlihat. <img src='http://gatut.edublogs.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menimbang Aplikasi Pembelajaran elektronis</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2006 02:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[UNPAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/</guid>
		<description><![CDATA[Sistem pembelajaran elektronis (e-learning) bisa pakai yang murah, bisa yang mahal, tapi yang penting manfaat. Betul?
Tanggal 23-24 Agustus saya ditugasi mendampingi Pak Wimpy hadir dalam pertemuan CKNet-INA (Collaborative Knowledge Network Indonesia). Tujuan acara ini untuk menyiapkan dukungan pengelolaan knowledge seputar sumber daya air. Namun, dalam artikel ini saya tidak bicara tentang WRM (water resource management). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem pembelajaran elektronis (e-learning) bisa pakai yang murah, bisa yang mahal, tapi yang penting manfaat. Betul?</p>
<p>Tanggal 23-24 Agustus saya ditugasi mendampingi Pak Wimpy hadir dalam pertemuan <a title="Collaborative Knowledge Network Indonesia" href="//www.cknet.ihe.nl/cknet2/index.php">CKNet-INA</a> (Collaborative Knowledge Network Indonesia). Tujuan acara ini untuk menyiapkan dukungan pengelolaan knowledge seputar sumber daya air. Namun, dalam artikel ini saya tidak bicara tentang WRM (water resource management). Bukan kapasitas saya, gitu loh bahasa diplomatisnya. he he &#8230;</p>
<p>Dalam workshop dua hari ini, bertemu pula perwakilan pengelola sumber daya Teknologi Informasi dari 10 universitas besar di Indonesia. In random order: UBINUS, UNPAR, ITB, ITS, UNDIP, UGM, UNHAS, UNMER, UNAND, UI. Setelah perkenalan, kami sempat berbagi cerita tentang ketersediaan resource masing-masing: jumlah host, server, koneksi intranet, dan koneksi internet. Serta hal-hal lain yang tak dapat disebutkan satu-per-satu .. *glg* <img src='http://gatut.edublogs.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada dua hal seputar resource TI yang saya kira perlu dilaporkan di sini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>. 7 universitas sudah terhubung ke <a title="network DIKTI" href="//www.dikti.org/inherent/">INHERENT</a> (http://www.dikti.org/inherent/). Lainnya, sedang mempersiapkan diri untuk juga dapat terhubung ke INHERENT.</p>
<p><strong>Kedua</strong>. Semua anggota tertarik untuk mempertimbangkan menggunakan struktur data bahan-bahan perkuliahan yang dapat dipertukarkan. Calon terkuat menggunakan standard bernama <a title="Sharable Content Object Reference Model" href="//en.wikipedia.org/wiki/SCORM">SCORM</a>.</p>
<blockquote><p>Kata situs <a href="//www.moodle.org/">moodle</a>: SCORM (Sharable Content Object Reference Model) is a collection of specifications that enable interoperability, accessibility and reusability of web-based learning content.</p></blockquote>
<blockquote><p>Kata situs wikipedia: <a title="Sharable Content Object Reference Model" href="//en.wikipedia.org/wiki/SCORM">Sharable Content Object Reference Model</a> (SCORM) is a collection of standards and specifications for web-based e-learning.</p></blockquote>
<p>Setiap perguruan tinggi (dan sekolahan) yang bermaksud menjalankan aplikasi e-learning hendaknya mengikuti standard SCORM ini. Baik menggunakan sistem yang sudah ada atau -terlebih- bila sistem tersebut dibangun sendiri.</p>
<p>Salah satu implementasi e-learning yang menjalani standar SCORM, yang opensource dan yang diakui paling lengkap fiturnya adalah <a href="//moodle.org/">moodle</a>. Semua anggota me-rekomendasi penggunaan software ini. Ada artikel lebih lengkap di situsnya.</p>
<p>a. Dokumen umum <a href="//docs.moodle.org/en/About_Moodle">tentang moodle</a>:<br />
http://docs.moodle.org/en/About_Moodle</p>
<p>b. <a href="//docs.moodle.org/en/Teacher_documentation">Dokumen untuk pengguna</a> &#8211; guru/pengajar:<br />
http://docs.moodle.org/en/Teacher_documentation</p>
<p>c. <a href="//docs.moodle.org/en/Administrator_documentation">Dokumen untuk pengelola</a>, administrasi:<br />
http://docs.moodle.org/en/Administrator_documentation</p>
<p>d. <a href="//docs.moodle.org/en/Developer_documentation">Dokumen untuk pengembang</a> sistem informasi:<br />
http://docs.moodle.org/en/Developer_documentation</p>
<p>Meskipun software ini tersedia gratis, bukan berarti tanpa biaya untuk memanfaatkannya. Tetap perlu sumber daya untuk mempelajari, mempertimbangkan, mengambil keputusan, menyiapkan, menjalankan, &#8230; bla bla bla .. lainnya.</p>
<p>Namun, yang pasti, jelas tidak perlu biaya atas lisensi softwarenya. Juga untuk source codenya. Jadi, kalau ada kesempatan mengurangi unsur biaya (software gratis), mengapa harus bayar?</p>
<p>Jawabannya, mungkin, adalah &#8230; oops, di luar kapasitas saya. he he &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa semua soal ujian dikembalikan?</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 May 2006 09:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS,       UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.
Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.
Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :
1. Dosen berjaga-jaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS,       UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.</p>
<p>Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.</p>
<blockquote><p>Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :</p>
<p>1. Dosen berjaga-jaga kalau tidak sempat buat soal baru. Masih bisa mengeluarkan soal lama.</p>
<p>2. Kebiasaan mahasiswa yang mengandalakan hanya daya ingatnya dan menghafal saja catatan kuliah singkat/copy transparan/slides kuliah dan sebagainya.</p>
<p>Alasan yang pertama memang menjadi tidak relevan ketika edisi buku berubah tiap satu atau dua tahun.</p>
<p>Alasan kedua lebih dikuatirkan terutama untuk matakuiliah yang dari sananya lambat berkembang [semisal &#8211; behavioral accounting, etika, logika, matematik dan sejenisnya yang variasi soal sangat tergantung pada kreasi dosen.</p>
<p>Hal lain yang tak terpikir sebelumnya adalah, bahwa produksi kertas bekas untuk dijual ke pabrik Leces bisa menjadi tambahan berarti untuk kesejahteraan karyawan (seandainya) langsung tanpa perlu melalui pos penerimaan universitas atau yayasan lagi.</p>
<p>Menurut saya, dikumpulkan kembali berkas soal itu bukan masalah besar kalau tidak dapat disebut &#8220;bermasalah&#8221;, terutama kalau alasannya sekedar &#8220;supaya mahasiswa dapat mempelajari kesalahannya supaya ujian kedua kali bisa lebih mudah dan lulus&#8221;. Bukankah asumsi mahasiswa harus mengikuti proses pembelajaran seutuhnya merupakan jaminan besar ia akan dapat lulus ?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan tambahan dari saya:</p>
<ul>
<li>Berapa banyak mahasiswa yang bersedia membahas kembali soal ujian sebelumnya?</li>
<li>Bila soal ujian sebelumnya perlu bagi mahasiswa (berikutnya), mengapa tidak ada peredaran contoh soal ujian meskipun di kalangan terbatas (underground)?</li>
</ul>
<p>Apa tanggapan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Questionaire: kepuasan pelanggan MM Unpar</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/questionaire-kepuasan-pelanggan-mm-unpar/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/questionaire-kepuasan-pelanggan-mm-unpar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 May 2006 09:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[UNPAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/questionaire-kepuasan-pelanggan-mm-unpar/</guid>
		<description><![CDATA[Mohon bantuan kepada Mahasiswa MM UNPAR untuk mengisi questionaire titipan dari Risa.  Kemudian mengirimkan ke alamat email peneliti [anastasia_risa_wiguna-at-yahoo-dot-co-dot-id].
Semoga dapat menjadi bahan bagi kemajuan MM UNPAR.
Kutipan kata pengantar dari peneliti:
Responden yang terhormat,
Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir program sarjana, penulis berusaha melakukan pengumpulan data tentang pengaruh kepuasan mahasiswa magister management UNPAR terhadap niat untuk melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon bantuan kepada Mahasiswa MM UNPAR untuk mengisi questionaire titipan dari Risa.  Kemudian mengirimkan ke alamat email peneliti [anastasia_risa_wiguna-at-yahoo-dot-co-dot-id].</p>
<p>Semoga dapat menjadi bahan bagi kemajuan MM UNPAR.</p>
<p>Kutipan kata pengantar dari peneliti:</p>
<blockquote><p>Responden yang terhormat,<br />
Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir program sarjana, penulis berusaha melakukan pengumpulan data tentang pengaruh kepuasan mahasiswa magister management UNPAR terhadap niat untuk melakukan word of mouth. Untuk itu, besar harapan penulis agar responden bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam <a title="kepuasan pelanggan MM UNPAR" href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/05/Questionaire_kepuasan-mmunpar.doc">angket ini</a>.</p>
<p>Atas kesediannya, penulis mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Hormat saya,<br />
Anastasia R Wiguna</p></blockquote>
<p>File: <a title="kepuasan pelanggan MM UNPAR" href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/05/Questionaire_kepuasan-mmunpar.doc">Questionaire: kepuasan pelanggan MM UNPAR</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/questionaire-kepuasan-pelanggan-mm-unpar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Lintas Arta untuk Lembaga Pendidikan (2006-04-19)</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/seminar-lintas-arta-untuk-lembaga-pendidikan-2006-04-19/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/seminar-lintas-arta-untuk-lembaga-pendidikan-2006-04-19/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2006 11:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/seminar-lintas-arta-untuk-lembaga-pendidikan-2006-04-19/</guid>
		<description><![CDATA[Kualitas network Lintas Arta terlalu tinggi atau arti/manfaat network terlalu rendah bagi lembaga pendidikan.

Pada tanggal 19 April 2006 Lintas Arta mengadakan seminar sehari di Hotel Panghegar, Bandung, dengan tema &#8220;Pemanfaatan teknologi komunikasi data dan internet dalam mendukung ICT&#8220;.
Seminar dimulai dengan uraian manfaat jaringan data dan aspek apa saja yang diperlukan untuk mengukur performansi jaringan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Kualitas network Lintas Arta terlalu tinggi atau arti/manfaat network terlalu rendah bagi lembaga pendidikan.<br />
</strong></p></blockquote>
<p>Pada tanggal 19 April 2006 <a title="PT Aplikanusa Lintas Arta" href="http://www.lintasarta.co.id/">Lintas Arta</a> mengadakan seminar sehari di Hotel Panghegar, Bandung, dengan tema &#8220;<strong>Pemanfaatan teknologi komunikasi data dan internet dalam mendukung ICT</strong>&#8220;.</p>
<p>Seminar dimulai dengan uraian manfaat jaringan data dan aspek apa saja yang diperlukan untuk mengukur performansi jaringan yang baik. Bahasan teknologi jaringan tidak banyak mengundang minat peserta. Namun, ketika sesi tanya-jawab dibuka, ternyata banyak peminat.</p>
<p>Pembahasan dalam seminar tersebut kemudian melebar pada produk jasa Lintas Arta. Tepatnya, jasa ketersediaan jaringan komputer. Seminar ini, menurut presenter, bertujuan meningkatkan <a title="Brand awareness is composed of the strength of the brand in consumers' minds" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brand_equity">awareness</a> perusahaan Lintas Arta beserta produknya kepada peserta yang berasal dari lembaga pendidikan.<br />
Menurut saya, pokok pikiran dari diskusi yang cukup panjang mencakup:</p>
<ul>
<li>Lintas Arta memiliki jaringan yang sangat luas, dan</li>
<li>Jasa connectivity dari Lintas Arta telah terjamin (mengikuti standar ISO)</li>
<li>sehingga Service Level Agreement (SLA) mencapai 99%, atau</li>
<li>dengan kata lain, jaringan hanya terputus sebanyak (1%, yaitu karena faktor alam).</li>
<li>Namun, tarif yang ditetapkan terlalu tinggi bagi lembaga pendidikan</li>
</ul>
<p>Meskipun presenter dengan gigih menjelaskan bahwa [1] harga sebanding dengan manfaat dan bahwa [2] mahal bersifat relatif dan terjangkau, tetapi para peserta juga berpendapat bahwa tingkat urgensi kebutuhan bagi lembaga pendidikan tidak setinggi itu. Bisa dimaklumi bahwa lembaga pendidikan juga menghadapi opini tentang &#8220;<a title="Perbandingan pada Zaman Kolonial Belanda dan NKRI" href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/05/pddkn/1190238.htm">mahalnya biaya pendidikan</a>&#8220;.</p>
<p>Akhirnya (syukurlah) diskusi dihentikan untuk mengakomodasi urusan perut dengan kesepakatan bersama bahwa seminar ini memang untuk awareness.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/seminar-lintas-arta-untuk-lembaga-pendidikan-2006-04-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung perkiraan biaya pendidikan</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2006 01:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Mencermati biaya pendidikan yang semakin tinggi dan tidak kunjung turun (mungkin memang tidak akan turun?), barangkali lebih baik bersiap diri daripada menunggu tindakan dari pihak lain (misal pemerintah).
Dikutip dari:
http://www.perencanakeuangan.com/files/PerkiraanBiayaPendidikan.html
&#8211;
MENGHITUNG PERKIRAAN BIAYA PENDIDIKAN
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV
Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencermati <a title="Perbandingan pada Zaman Kolonial Belanda dan NKRI" href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/05/pddkn/1190238.htm">biaya pendidikan yang semakin tinggi</a> dan tidak kunjung turun (mungkin memang tidak akan turun?), barangkali lebih baik bersiap diri daripada menunggu tindakan dari pihak lain (misal pemerintah).<br />
Dikutip dari:</p>
<p>http://www.perencanakeuangan.com/files/PerkiraanBiayaPendidikan.html</p>
<p>&#8211;</p>
<p>MENGHITUNG PERKIRAAN BIAYA PENDIDIKAN</p>
<p>Oleh: Safir Senduk</p>
<p>Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV</p>
<p>Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar bercerita tentang mahalnya biaya masuk kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Jumlahnya tidak usah saya ceritakan berapa, tapi yang jelas sangat mahal. Padahal, itu baru uang masuknya doang.</p>
<p>Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa yang namanya Biaya Pendidikan harus dipersiapkan sejak sekarang. Betul, memang tidak semua Biaya Pendidikan itu mahal. Bervariasinya bentuk sekolah, terutama sekolah yang jenjangnya sudah cukup tinggi seperti Sekolah Tinggi, Akademi atau Universitas, membuat tidak semua standar biaya bisa sama. Jangankan pendidikan tinggi, jenjang sekolah yang lebih rendah seperti SD, SMP dan SMU saja bisa bervariasi biayanya satu sama lain. Itulah karenanya beberapa di antara Anda ada yang merasa mampu untuk membayar biaya pada Sekolah A, tetapi tidak mampu untuk membayar biaya pada Sekolah B yang harganya lebih mahal.</p>
<p>Namun demikian, perlu diketahui bahwa bukan berarti Sekolah A yang biayanya dinilai murah tersebut akan tetap sama murahnya pada tahun-tahun mendatang. Ini karena yang namanya Biaya Pendidikan pasti akan naik terus dari tahun ke tahun. Jadi, kalaupun sekarang ada sekolah yang biaya pendidikannya dirasa tidak mahal, tetapi karena biaya tersebut naik terus tiap tahun, jatuh-jatuhnya pasti mahal.</p>
<p>Saya beri contoh sederhana saja: anggap saja sekarang anak Anda berusia 3 tahun. Pertanyaannya gampang, kalau sekarang Uang Pangkal SMU adalah Rp 4 juta, dan usia rata-rata seseorang masuk SMU adalah ketika pada usia 15 tahun, apakah nantinya Anda akan membayar jumlah yang sama ketika nantinya anak Anda masuk SMU sekitar 12 tahun lagi?</p>
<p>Pasti beda, karena nantinya Biaya Pendidikan tersebut pasti akan jauh lebih mahal.</p>
<p>CARA MENGHITUNG</p>
<p>Lalu, bagaimana cara Anda bisa menghitung dan memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kan, Anda tidak tahu berapa persen jumlah kenaikannya setiap tahun?</p>
<p>Betul. Kita memang tidak bisa memperkirakan dengan pasti berapa jumlah Biaya Pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan asumsi tertentu, dan berharap supaya pengandaian tersebut tidak meleset. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan asumsi bahwa setiap tahun Biaya Pendidikan akan selalu naik sebesar 10 persen setiap tahun. Rata-rata.</p>
<p>Dengan demikian, kalau misalnya Uang Pangkal masuk SMU pada saat ini adalah Rp 4 juta, tahun depan bisa diperkirakan bahwa Uang Pangkal tersebut akan menjadi Rp 4.400.000,-. Darimana angka itu didapat? Gampang: Rp 4 juta + (10% x Rp 4 juta)</p>
<p>TINGGAL DIKALIKAN</p>
<p>Sebetulnya, selain cara di atas, Anda juga bisa memakai rumus: Rp 4 juta X 1,1.</p>
<p>Lho, kok 1,1? Dapat dari mana itu? Oh, itu sih cuma matematika sederhana. 1,1 kan sama dengan 10% di atasnya 100%. Jadi, 1,1 itu adalah bentuk desimal agar Anda lebih cepat dalam melakukan perkalian memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan.</p>
<p>Tapi kalau Anda mau pakai pengandaian kenaikan Biaya Pendidikan 20% per tahun, maka Anda bisa menggunakan bentuk desimal 1,2. Kalau asumsi kenaikan Biaya Pendidikannya adalah 30% per tahun, gunakan bentuk desimal 1,3. Begitu seterusnya.</p>
<p>Nah, kembali ke contoh kenaikan 10% dalam satu tahun, maka apabila tahun ini Uang Pangkal masuk SMU adalah Rp 4 juta, maka tahun depan angka tersebut diperkirakan menjadi: Rp 4 juta x 1,1 = Rp 4.400.000.</p>
<p>Itu untuk tahun depan. Kalau untuk dua tahun ke depan bagaimana? Anda bisa melakukan perkalian tersebut diatas dengan cara mengulangnya sampai dua kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1</p>
<p>Kalau untuk lima tahun ke depan bagaimana?</p>
<p>Ulang perkalian tersebut sampai lima kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1. Kalau untuk 12 tahun ke depan? Ulang sampai duabelas kali. Begitu seterusnya.</p>
<p>Memang, yang namanya perkiraan Biaya Pendidikan seringkali tidak bisa dihitung dengan cara yang sesederhana itu. Tapi melakukan perkiraan jelas masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan adanya angka perkiraan seperti yang sudah Anda pelajari di atas tadi, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan persiapan. Ibarat Anda sedang bepergian, Anda tahu dengan pasti ke mana arah yang sedang Anda tuju.</p>
<p>Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda, hal yang paling penting adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa perkiraan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur strategi agar siap bila tiba saatnya nanti.<br />
&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalender akademik: UNPAR 2006/2007</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Apr 2006 06:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/</guid>
		<description><![CDATA[Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik)
Universitas Katolik Parahyangan
Tahun ajaran 2006/2007

24 juli 2006        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006    Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006        Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik)<br />
<a title="Universitas Katolik Parahyangan" href="http://www.unpar.ac.id/">Universitas Katolik Parahyangan</a></p>
<p>Tahun ajaran 2006/2007</p>
<pre>
24 juli 2006        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006    Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006        Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006        Pengumuman kelas paralel sementara
16 Agustus 2006        Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
16 Agustus 2006        Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
18-19 Agustus 2006    Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik
22 Agustus 2006        Awal perkuliahan
28-30 Agustus 2006    Perubahan Rencana Studi
02 September 2006    Pengumuman kelas paralel tetap
15 September 2006    Batas akhir pendaftaran wisuda 1
25 September 2006    Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2
30 September 2006    upacara wisuda 1
02-14 Oktober 2006    Ujian Tengah Semester
09 Desember 2006    Akhir perkuliahan
11-22 Desember 2006    Ujian Akhir semester

06 Januari 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil
08 Januari 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
11-13 Januari 2007    Perwalian dan pendaftaran FRS
17 Januari 2007        Dies natalis unpar ke-52
19 Januari 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 2
20 Januari 2007        Pengumuman kelas paralel sementara
22 Januari 2007        Awal perkuliahan
29-31 Januari 2007    PRS
03 Februari 2007    Pengumuman kelas paralel tetap
03 Februari 2007    Upacara wisuda 2
05 Maret 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2
12-24 Maret 2007    UTS
12 Mei 2007        Akhir perkuliahan
14-26 Mei 2007        UAS
25 Mei 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 3
02 Juni 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap
09 Juni 2007        Upacara wisuda 3</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan bisnis: pendidikan yang bersifat bisnis</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/03/22/pendidikan-bisnis-pendidikan-yang-bersifat-bisnis/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/03/22/pendidikan-bisnis-pendidikan-yang-bersifat-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2006 04:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/03/22/pendidikan-bisnis-pendidikan-yang-bersifat-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Harga mahal untuk produk pendidikan karena memenuhi permintaan konsumen yang menjadi target market pebisnis pendidikan.

Tidak baik mengeluhi mahalnya harga jasa pendidikan yang dijual oleh badan usaha (yang bergerak di bidang pendidikan). Mereka hanya memenuhi permintaan konsumen pada segmen pasar mereka. Setiap badan usaha pendidikan pasti telah mempertimbangkan faktor harga jual yang dapat diterima oleh pangsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Harga mahal untuk produk pendidikan karena memenuhi permintaan konsumen yang menjadi target market pebisnis pendidikan.<br />
</strong></p></blockquote>
<p>Tidak baik mengeluhi mahalnya harga jasa pendidikan yang dijual oleh <em>badan usaha</em> (yang bergerak di bidang pendidikan). Mereka hanya memenuhi permintaan konsumen pada segmen pasar mereka. Setiap badan usaha pendidikan pasti telah mempertimbangkan faktor harga jual yang dapat diterima oleh pangsa pasarnya.</p>
<p>Produk mereka adalah &#8220;<strong>jasa pendidikan</strong>&#8220;. Selama masih ada konsumen yang bersedia membayar lebih mahal untuk produk tersebut, mereka akan terus menaikkan harga jual.</p>
<p>Sebutlah</p>
<ul>
<li>ada <strong>pasar-A</strong> (pasar kelas Atas yang kaya raya dan sanggup bayar berapa saja) dan</li>
<li>ada <strong>pasar-B</strong> (pasar kelas Bawah yang miskin nestapa dan tanpa dana).</li>
</ul>
<p>Kemudian pula</p>
<ul>
<li>ada <strong>BU-A</strong> (badan usaha Atas, yang jual produk mahal harganya) serta</li>
<li>ada <strong>BU-B </strong>(badan usaha Bawah, yang menyedia produk tanpa harga).</li>
</ul>
<p>Permainannya adalah <strong>pasangkan!</strong></p>
<p>Jelas jawabannya (pasar-A dengan BU-A) dan (pasar-B dengan BU-B).</p>
<p>Bila BU-A tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar-A, maka akan ada BU-BU lain yang melihat peluang ini. Kemudian, bila sudah pasti ada yang berdaya-beli pada harga tinggi, siapa yang tidak mau jualan dengan harga mahal? Jadi, wajarlah bila kemudian bertumbuhan BU-A BU-A yang memenuhi  kebutuhan masyarakat yang ternyata mau-dan-mampu-beli.</p>
<p>[Please, jangan hanya lihat sisi suram: daya beli menurun,<br />
tetapi ternyata mobil mewah dan makin mewah berseliweran.]</p>
<p>Bila anda termasuk orang-yang-tidak-mau membayar jasa mereka, maka seharusnya tahu diri dengan mengkonsumsi produk pendidikan lain yang lebih murah atau malah tidak-membayar. Analoginya: jangan protes karena harga nasi-goreng yang dijual di McD (Mak Deh) lebih mahal daripada warteg (warung-tega, tanpa eL).</p>
<p>Bagi BU-A, menurunkan harga sampai batas yang berakibat menurunkan fasilitas akan berdampak pada turunnya kualitas. Selanjutnya, konsumen lari, berpindah ke BU-A lain. Asumsinya, <em>BU-A telah memberikan harga terrendah atas produk terbaik yang mereka bisa sediakan</em>.</p>
<p>Layaknya dalam industri lain, dalam <em>industri pendidikan juga ada <strong>persaingan bisnis</strong></em>. Para BU jenis A ini juga pasti berusaha memenangkan kompetisi dengan memperhitungkan faktor persaingan pada saat penetapan harga.</p>
<p>Para calon konsumen yang mau pasti juga punya <strong>cara untuk meng-evaluasi </strong>apakah harga sepadan dengan jasa yang ditawarkan. Di Indonesia, salah satu tolok ukur dikeluarkan oleh <strong>Badan Akreditasi Nasional &#8211; Perguruan Tinggi</strong> (<strong>BAN &#8211; PT</strong>). Sayangnya, BAN ini tidak menampilkan &#8220;<em>biaya studi</em>&#8221;<br />
sebagai bahan pembanding.</p>
<p>Seperti perusahaan dalam industri lain, badan usaha juga memiliki <em>tanggungjawab sosial</em> (<em>corporate social responsibilities</em>). Dan, tanggungjawab sosial bukan berarti sekedar bagi-bagi rejeki. Selalu ada &#8220;<strong>udang di balik batu</strong>&#8220;. Ini juga wajar! Siapa mau rugi? Eits, jangan mengutuk dulu. Bila ada sejumlah pilihan berbuat baik ada yang memberi keuntungan lain, mengapa tidak kerjakan yang menguntungkan terlebih dahulu? Dalam istilah orang agama-is berbunyi: <em><strong>beramal secara cerdas</strong></em>.</p>
<p>Salah satu cara &#8220;<em>beramal cerdas</em>&#8221; adalah dengan memberi beasiswa. Masyarakat lingkungan (social) diuntungkan karena ada kesempatan bagi beberapa orang pintar yang-tidak-berdaya-beli. Udang-nya adalah dengan menjaga jumlah orang pintar dalam civitas. Manfaat bagi perusahaan setidaknya ada dua:</p>
<ul>
<li>(1) <strong>persentase lulusan</strong> -yang baik- juga terjaga dan</li>
<li>(2) <strong>sebagai katalis</strong>, membantu kemampuan belajar civitas lain secara langsung-atau-tidak.</li>
</ul>
<p>Segitu dulu.</p>
<p>Bahasan berikut untuk digagas:<br />
+ Ceiling price: Pengendalian harga pendidikan?<br />
+ Oligopoli: penguasaan pasar pendidikan.<br />
+ Options for the poor (pilihan bagi yang tak-mampu): alternatif pendidikan, pendidikan alternatif.<br />
+ Pendidikan swadaya<br />
+ Formalitas pendidikan: standarisasi atau registrasi?<br />
+ Pengakuan: terdaftar, diakui, disamakan, mengapa tidak ada &#8220;melebihi&#8221; ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/03/22/pendidikan-bisnis-pendidikan-yang-bersifat-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
