Posted by gatut on 6th February 2007
Siapa yang tidak terperangah membaca review bukuĀ MENGATASI SUSAH KENTUT & MENGOBATI PANU? Untunglah ditutup dengan moral cerita:
Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita mengampanyekan gemar membaca tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.
Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah dengan harga dan distribusi terjangkau masyarakat. Subsidi percetakan mungkin bukan solusi, karena hanya menguntungkan pengusaha.
Lebih penting mendapatkan kemampuan memproduksi ‘isi’ berkualitas yang ada dalam buku. Kemampuan produksi, dalam arti bersinambung, berkelanjutan.
Ada ide?
ps: judulnya tak nyambung?
Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann, motivasi | 1 Comment »
Posted by gatut on 14th December 2006
Masa perkuliahan biasanya terasa sangat menyenangkan, tapi harus ditutup (diakhiri) dengan ujian yang membuat tegang/tidak-nyaman. Demikian kata seorang mahasiswa. Seandainya diadakan pemungutan suara dari mahasiswa: setujukah anda bila ujian ditiadakan? Maka, berani yakin 90% akan mendukung alias setuju.
Ternyata hal ini juga dialami oleh kebanyakan dosen. Keterlambatan penyerahan nilai ujian barangkali bisa digunakan sebagai indikasi keengganan dosen menghadapi ujian pemeriksaan ujian. Bagaimana dengan penilaian tugas kuliah? Apalagi!! Karena tugas harian kan honornya skor-nya lebih kecil, maka wajar jika pemeriksaannya penilaiannya lebih males lagi.
Penelitian dengan sampel asal-asalan atas dampak keputusan menaikkan tarif honor yang muncul setahun lalu tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Mungkin saja karena penelitian dilakukan tidak-resmi dan tanpa landasan teori yang manapun untuk membuat kesimpulan. Yang pasti, para petugas administrasi pengumpul nilai bilang: gak ngaruh tuh. Honor dosen untuk ngoreksi ujian boleh naik, tapi tugas debt score collector tetap harus dilakukan. (Apalagi jika) Barangkali yang harusnya naik honor untuk nagih. Atau tepatnya honor bila makin mepetnya batas waktu nginput nilai.
Seorang dosen menyarankan agar seluruh penghasilan perkuliahan bagi dosen dijadikan satu paket. Selama ini, dosen yang berstatus tetap dibayar dengan perhitungan gaji. Sementara dosen luar biasa dibayar berdasar jam-kehadiran. Juga adanya perhitungan honor vakasi atas pemeriksaan tugas dan ujian. Dari sini muncul asumsi takaran mana yang enak dan tidak enak dikerjakan. Padahal seharusnya tanggungjawab mengajar satu mata kuliah mencakup komplet semua urusan satu semester. Termasuk dari persiapan materi ajar, pengajaran, penugasan, penilaian tugas, perbaikan tugas, pengujian, penilaian ujian.
Ah, ngomong-omong soal duit dalam pendidikan memang bikin tidak enak. Serasa mencari-cari keuntungan dari pengabdian mengajar.
Seandainya ada alasan atau penggairah motivasi yang bisa mengakibatkan proses ujian dan penilaian ujiannya berlaku sama menyenangkannya dengan proses perkuliahan itu sendiri. Syukur-syukur bisa lebih menyenangkan, sehingga bisa bilang:
yuk, main game ujian lagi.
Ada???
Selamat menempuh ujian bagi mahasiswa FE UNPAR. Jadwal UAS semester ganjil 2006 di sini.
Posted in Perkuliahann, UNPAR, motivasi | No Comments »
Posted by gatut on 12th May 2006
Setidaknya, ada tiga cara mendapatkan kebahagiaan dalam belajar dan menjalani kehidupan. Cerita ini mungkin kutipan atau versi lain dari literatur yang terkenal, tapi aku mendengar dari mas Nur Indro, seorang dosen Hubungan Internasional, sekian tahun lalu.
Seorang murid datang kepada guru Satu dan bertanya: “Guru, mohon petunjuk kehidupan.”
Jawab guru Satu: “Lakukanlah apa yang aku lakukan.”
Murid itu melihat apa yang dilakukan sang guru dan mengikuti setiap langkah guru Satu. Makin lama, murid merasa begitu banyak yang harus diperhatikan. Hidupnya sarat.
Sang murid datang ke guru Dua dan bertanya: “Guru, apa arti hidup?”
Guru Dua menjawab: “Lakukanlah dengan kasih.”
Murid menjalani kembali kehidupannya bagi kepentingan orang lain. Dia melihat peranannya di dunia ini. Namun, kemudian beban hidup nya justru lebih berat.
Dia datang kepada guru Tiga dan bertanya: “Guru, bagaimana supaya aku bahagia?”
Guru Tiga tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Makna cerita tersebut dalam hal belajar:
1. Sudah banyak orang yang menemukan “cara belajar” yang sukses. Anda bisa mengikuti cara mereka, namun mungkin perlu penyesuaian.
2. Berikan semangat dalam belajar dengan kecintaan pada bidang yang dipelajari. Rasa penasaran, keinginan menggali dan mengembangkan akan menambah waktu dan tenaga.
3. Pastikan bahwa kesenangan itu muncul dalam kegiatan belajar. Munculkan ekspresi senyum dan keceriaan. Jangan menunggu kemunculannya. Lakukan dengan sengaja (tidak berlebihan). Lingkungan anda juga akan bergairah karenanya.
Senang bisa memanfaatkan (tanpa merugikan).
Posted in motivasi | Comments Off