GAgasan Tanpa Update Terus

Gagasan, sharing, diskusi, mengenai pendidikan secara umum dan pendidikan komputer (teknologi informasi)

Archive for the 'Perkuliahann' Category

Gagasan dan sharing tentang perkuliahan yang nyaman, menarik dan bermanfaat.

Buku merakyat bukan buku melarat

Posted by gatut on 6th February 2007

Siapa yang tidak terperangah membaca review buku MENGATASI SUSAH KENTUT & MENGOBATI PANU? Untunglah ditutup dengan moral cerita:

Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita mengampanyekan gemar membaca tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.

Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah dengan harga dan distribusi terjangkau masyarakat. Subsidi percetakan mungkin bukan solusi, karena hanya menguntungkan pengusaha.

Lebih penting mendapatkan kemampuan memproduksi ‘isi’ berkualitas yang ada dalam buku. Kemampuan produksi, dalam arti bersinambung, berkelanjutan.
Ada ide?

ps: judulnya tak nyambung?

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann, motivasi | 1 Comment »

Kuliah menyenangkan, ujian menegangkan

Posted by gatut on 14th December 2006

Masa perkuliahan biasanya terasa sangat menyenangkan, tapi harus ditutup (diakhiri) dengan ujian yang membuat tegang/tidak-nyaman. Demikian kata seorang mahasiswa. Seandainya diadakan pemungutan suara dari mahasiswa: setujukah anda bila ujian ditiadakan? Maka, berani yakin 90% akan mendukung alias setuju.

Ternyata hal ini juga dialami oleh kebanyakan dosen. Keterlambatan penyerahan nilai ujian barangkali bisa digunakan sebagai indikasi keengganan dosen menghadapi ujian pemeriksaan ujian. Bagaimana dengan penilaian tugas kuliah? Apalagi!! Karena tugas harian kan honornya skor-nya lebih kecil, maka wajar jika pemeriksaannya penilaiannya lebih males lagi.

Penelitian dengan sampel asal-asalan atas dampak keputusan menaikkan tarif honor yang muncul setahun lalu tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Mungkin saja karena penelitian dilakukan tidak-resmi dan tanpa landasan teori yang manapun untuk membuat kesimpulan. Yang pasti, para petugas administrasi pengumpul nilai bilang: gak ngaruh tuh. Honor dosen untuk ngoreksi ujian boleh naik, tapi tugas debt score collector tetap harus dilakukan. (Apalagi jika) Barangkali yang harusnya naik honor untuk nagih. Atau tepatnya honor bila makin mepetnya batas waktu nginput nilai.

Seorang dosen menyarankan agar seluruh penghasilan perkuliahan bagi dosen dijadikan satu paket. Selama ini, dosen yang berstatus tetap dibayar dengan perhitungan gaji. Sementara dosen luar biasa dibayar berdasar jam-kehadiran. Juga adanya perhitungan honor vakasi atas pemeriksaan tugas dan ujian. Dari sini muncul asumsi takaran mana yang enak dan tidak enak dikerjakan. Padahal seharusnya tanggungjawab mengajar satu mata kuliah mencakup komplet semua urusan satu semester. Termasuk dari persiapan materi ajar, pengajaran, penugasan, penilaian tugas, perbaikan tugas, pengujian, penilaian ujian.

Ah, ngomong-omong soal duit dalam pendidikan memang bikin tidak enak. Serasa mencari-cari keuntungan dari pengabdian mengajar.

Seandainya ada alasan atau penggairah motivasi yang bisa mengakibatkan proses ujian dan penilaian ujiannya berlaku sama menyenangkannya dengan proses perkuliahan itu sendiri. Syukur-syukur bisa lebih menyenangkan, sehingga bisa bilang:

yuk, main game ujian lagi.

Ada???

Selamat menempuh ujian bagi mahasiswa FE UNPAR. Jadwal UAS semester ganjil 2006 di sini.

Posted in Perkuliahann, UNPAR, motivasi | No Comments »

PTI: semester ganjil 2006

Posted by gatut on 9th December 2006

Handout mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi semester ganjil 2006 Fakultas Ekonomi.

Posted in Perkuliahann, Teknologi Informasi, UNPAR | No Comments »

Kalender akademik: UNPAR 2006/2007

Posted by gatut on 2nd November 2006

Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik) Universitas Katolik Parahyangan Tahun ajaran 2006/2007

  • 24 juli 2006 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
  • 1-3 Agustus 2006 Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
  • 12 Agustus 2006 Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
  • 15 Agustus 2006 Pengumuman kelas paralel sementara
  • 16 Agustus 2006 Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
  • 16 Agustus 2006 Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
  • 18-19 Agustus 2006 Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik
  • 22 Agustus 2006 Awal perkuliahan
  • 28-30 Agustus 2006 Perubahan Rencana Studi
  • 02 September 2006 Pengumuman kelas paralel tetap
  • 15 September 2006 Batas akhir pendaftaran wisuda 1
  • 25 September 2006 Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2
  • 30 September 2006 upacara wisuda 1
  • 02-14 Oktober 2006 Ujian Tengah Semester
  • 09 Desember 2006 Akhir perkuliahan
  • 11-22 Desember 2006 Ujian Akhir semester
  • 06 Januari 2007 Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil
  • 08 Januari 2007 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
  • 11-13 Januari 2007 Perwalian dan pendaftaran FRS
  • 17 Januari 2007 Dies natalis unpar ke-52
  • 19 Januari 2007 Batas akhir pendaftaran wisuda 2
  • 20 Januari 2007 Pengumuman kelas paralel sementara
  • 22 Januari 2007 Awal perkuliahan
  • 29-31 Januari 2007 PRS
  • 03 Februari 2007 Pengumuman kelas paralel tetap
  • 03 Februari 2007 Upacara wisuda 2
  • 05 Maret 2007 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2
  • 12-24 Maret 2007 UTS
  • 12 Mei 2007 Akhir perkuliahan
  • 14-26 Mei 2007 UAS
  • 25 Mei 2007 Batas akhir pendaftaran wisuda 3
  • 02 Juni 2007 Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap
  • 09 Juni 2007 Upacara wisuda 3

ps: sorry. Ada kesalahan. Rasanya ini pernah diposting tapi ternyata nyangkut baru terlihat. :(

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann, UNPAR | No Comments »

Menimbang Aplikasi Pembelajaran elektronis

Posted by gatut on 11th September 2006

Sistem pembelajaran elektronis (e-learning) bisa pakai yang murah, bisa yang mahal, tapi yang penting manfaat. Betul?

Tanggal 23-24 Agustus saya ditugasi mendampingi Pak Wimpy hadir dalam pertemuan CKNet-INA (Collaborative Knowledge Network Indonesia). Tujuan acara ini untuk menyiapkan dukungan pengelolaan knowledge seputar sumber daya air. Namun, dalam artikel ini saya tidak bicara tentang WRM (water resource management). Bukan kapasitas saya, gitu loh bahasa diplomatisnya. he he …

Dalam workshop dua hari ini, bertemu pula perwakilan pengelola sumber daya Teknologi Informasi dari 10 universitas besar di Indonesia. In random order: UBINUS, UNPAR, ITB, ITS, UNDIP, UGM, UNHAS, UNMER, UNAND, UI. Setelah perkenalan, kami sempat berbagi cerita tentang ketersediaan resource masing-masing: jumlah host, server, koneksi intranet, dan koneksi internet. Serta hal-hal lain yang tak dapat disebutkan satu-per-satu .. *glg* :P

Ada dua hal seputar resource TI yang saya kira perlu dilaporkan di sini.

Pertama. 7 universitas sudah terhubung ke INHERENT (http://www.dikti.org/inherent/). Lainnya, sedang mempersiapkan diri untuk juga dapat terhubung ke INHERENT.

Kedua. Semua anggota tertarik untuk mempertimbangkan menggunakan struktur data bahan-bahan perkuliahan yang dapat dipertukarkan. Calon terkuat menggunakan standard bernama SCORM.

Kata situs moodle: SCORM (Sharable Content Object Reference Model) is a collection of specifications that enable interoperability, accessibility and reusability of web-based learning content.

Kata situs wikipedia: Sharable Content Object Reference Model (SCORM) is a collection of standards and specifications for web-based e-learning.

Setiap perguruan tinggi (dan sekolahan) yang bermaksud menjalankan aplikasi e-learning hendaknya mengikuti standard SCORM ini. Baik menggunakan sistem yang sudah ada atau -terlebih- bila sistem tersebut dibangun sendiri.

Salah satu implementasi e-learning yang menjalani standar SCORM, yang opensource dan yang diakui paling lengkap fiturnya adalah moodle. Semua anggota me-rekomendasi penggunaan software ini. Ada artikel lebih lengkap di situsnya.

a. Dokumen umum tentang moodle:
http://docs.moodle.org/en/About_Moodle

b. Dokumen untuk pengguna – guru/pengajar:
http://docs.moodle.org/en/Teacher_documentation

c. Dokumen untuk pengelola, administrasi:
http://docs.moodle.org/en/Administrator_documentation

d. Dokumen untuk pengembang sistem informasi:
http://docs.moodle.org/en/Developer_documentation

Meskipun software ini tersedia gratis, bukan berarti tanpa biaya untuk memanfaatkannya. Tetap perlu sumber daya untuk mempelajari, mempertimbangkan, mengambil keputusan, menyiapkan, menjalankan, … bla bla bla .. lainnya.

Namun, yang pasti, jelas tidak perlu biaya atas lisensi softwarenya. Juga untuk source codenya. Jadi, kalau ada kesempatan mengurangi unsur biaya (software gratis), mengapa harus bayar?

Jawabannya, mungkin, adalah … oops, di luar kapasitas saya. he he ….

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann, Teknologi Informasi, UNPAR | 1 Comment »

Mengapa semua soal ujian dikembalikan?

Posted by gatut on 24th May 2006

Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS, UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.

Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.

Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :

1. Dosen berjaga-jaga kalau tidak sempat buat soal baru. Masih bisa mengeluarkan soal lama.

2. Kebiasaan mahasiswa yang mengandalakan hanya daya ingatnya dan menghafal saja catatan kuliah singkat/copy transparan/slides kuliah dan sebagainya.

Alasan yang pertama memang menjadi tidak relevan ketika edisi buku berubah tiap satu atau dua tahun.

Alasan kedua lebih dikuatirkan terutama untuk matakuiliah yang dari sananya lambat berkembang [semisal – behavioral accounting, etika, logika, matematik dan sejenisnya yang variasi soal sangat tergantung pada kreasi dosen.

Hal lain yang tak terpikir sebelumnya adalah, bahwa produksi kertas bekas untuk dijual ke pabrik Leces bisa menjadi tambahan berarti untuk kesejahteraan karyawan (seandainya) langsung tanpa perlu melalui pos penerimaan universitas atau yayasan lagi.

Menurut saya, dikumpulkan kembali berkas soal itu bukan masalah besar kalau tidak dapat disebut “bermasalah”, terutama kalau alasannya sekedar “supaya mahasiswa dapat mempelajari kesalahannya supaya ujian kedua kali bisa lebih mudah dan lulus”. Bukankah asumsi mahasiswa harus mengikuti proses pembelajaran seutuhnya merupakan jaminan besar ia akan dapat lulus ?

Pertanyaan tambahan dari saya:

  • Berapa banyak mahasiswa yang bersedia membahas kembali soal ujian sebelumnya?
  • Bila soal ujian sebelumnya perlu bagi mahasiswa (berikutnya), mengapa tidak ada peredaran contoh soal ujian meskipun di kalangan terbatas (underground)?

Apa tanggapan?

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | 2 Comments »

Menghitung perkiraan biaya pendidikan

Posted by gatut on 22nd April 2006

Mencermati biaya pendidikan yang semakin tinggi dan tidak kunjung turun (mungkin memang tidak akan turun?), barangkali lebih baik bersiap diri daripada menunggu tindakan dari pihak lain (misal pemerintah).
Dikutip dari:

http://www.perencanakeuangan.com/files/PerkiraanBiayaPendidikan.html

MENGHITUNG PERKIRAAN BIAYA PENDIDIKAN

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV

Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar bercerita tentang mahalnya biaya masuk kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Jumlahnya tidak usah saya ceritakan berapa, tapi yang jelas sangat mahal. Padahal, itu baru uang masuknya doang.

Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa yang namanya Biaya Pendidikan harus dipersiapkan sejak sekarang. Betul, memang tidak semua Biaya Pendidikan itu mahal. Bervariasinya bentuk sekolah, terutama sekolah yang jenjangnya sudah cukup tinggi seperti Sekolah Tinggi, Akademi atau Universitas, membuat tidak semua standar biaya bisa sama. Jangankan pendidikan tinggi, jenjang sekolah yang lebih rendah seperti SD, SMP dan SMU saja bisa bervariasi biayanya satu sama lain. Itulah karenanya beberapa di antara Anda ada yang merasa mampu untuk membayar biaya pada Sekolah A, tetapi tidak mampu untuk membayar biaya pada Sekolah B yang harganya lebih mahal.

Namun demikian, perlu diketahui bahwa bukan berarti Sekolah A yang biayanya dinilai murah tersebut akan tetap sama murahnya pada tahun-tahun mendatang. Ini karena yang namanya Biaya Pendidikan pasti akan naik terus dari tahun ke tahun. Jadi, kalaupun sekarang ada sekolah yang biaya pendidikannya dirasa tidak mahal, tetapi karena biaya tersebut naik terus tiap tahun, jatuh-jatuhnya pasti mahal.

Saya beri contoh sederhana saja: anggap saja sekarang anak Anda berusia 3 tahun. Pertanyaannya gampang, kalau sekarang Uang Pangkal SMU adalah Rp 4 juta, dan usia rata-rata seseorang masuk SMU adalah ketika pada usia 15 tahun, apakah nantinya Anda akan membayar jumlah yang sama ketika nantinya anak Anda masuk SMU sekitar 12 tahun lagi?

Pasti beda, karena nantinya Biaya Pendidikan tersebut pasti akan jauh lebih mahal.

CARA MENGHITUNG

Lalu, bagaimana cara Anda bisa menghitung dan memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kan, Anda tidak tahu berapa persen jumlah kenaikannya setiap tahun?

Betul. Kita memang tidak bisa memperkirakan dengan pasti berapa jumlah Biaya Pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan asumsi tertentu, dan berharap supaya pengandaian tersebut tidak meleset. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan asumsi bahwa setiap tahun Biaya Pendidikan akan selalu naik sebesar 10 persen setiap tahun. Rata-rata.

Dengan demikian, kalau misalnya Uang Pangkal masuk SMU pada saat ini adalah Rp 4 juta, tahun depan bisa diperkirakan bahwa Uang Pangkal tersebut akan menjadi Rp 4.400.000,-. Darimana angka itu didapat? Gampang: Rp 4 juta + (10% x Rp 4 juta)

TINGGAL DIKALIKAN

Sebetulnya, selain cara di atas, Anda juga bisa memakai rumus: Rp 4 juta X 1,1.

Lho, kok 1,1? Dapat dari mana itu? Oh, itu sih cuma matematika sederhana. 1,1 kan sama dengan 10% di atasnya 100%. Jadi, 1,1 itu adalah bentuk desimal agar Anda lebih cepat dalam melakukan perkalian memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan.

Tapi kalau Anda mau pakai pengandaian kenaikan Biaya Pendidikan 20% per tahun, maka Anda bisa menggunakan bentuk desimal 1,2. Kalau asumsi kenaikan Biaya Pendidikannya adalah 30% per tahun, gunakan bentuk desimal 1,3. Begitu seterusnya.

Nah, kembali ke contoh kenaikan 10% dalam satu tahun, maka apabila tahun ini Uang Pangkal masuk SMU adalah Rp 4 juta, maka tahun depan angka tersebut diperkirakan menjadi: Rp 4 juta x 1,1 = Rp 4.400.000.

Itu untuk tahun depan. Kalau untuk dua tahun ke depan bagaimana? Anda bisa melakukan perkalian tersebut diatas dengan cara mengulangnya sampai dua kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1

Kalau untuk lima tahun ke depan bagaimana?

Ulang perkalian tersebut sampai lima kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1. Kalau untuk 12 tahun ke depan? Ulang sampai duabelas kali. Begitu seterusnya.

Memang, yang namanya perkiraan Biaya Pendidikan seringkali tidak bisa dihitung dengan cara yang sesederhana itu. Tapi melakukan perkiraan jelas masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan adanya angka perkiraan seperti yang sudah Anda pelajari di atas tadi, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan persiapan. Ibarat Anda sedang bepergian, Anda tahu dengan pasti ke mana arah yang sedang Anda tuju.

Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda, hal yang paling penting adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa perkiraan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur strategi agar siap bila tiba saatnya nanti.

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | 1 Comment »

Kalender akademik: UNPAR 2006/2007

Posted by gatut on 21st April 2006

Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik)
Universitas Katolik Parahyangan

Tahun ajaran 2006/2007

24 juli 2006        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006    Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006        Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006        Pengumuman kelas paralel sementara
16 Agustus 2006        Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
16 Agustus 2006        Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
18-19 Agustus 2006    Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik
22 Agustus 2006        Awal perkuliahan
28-30 Agustus 2006    Perubahan Rencana Studi
02 September 2006    Pengumuman kelas paralel tetap
15 September 2006    Batas akhir pendaftaran wisuda 1
25 September 2006    Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2
30 September 2006    upacara wisuda 1
02-14 Oktober 2006    Ujian Tengah Semester
09 Desember 2006    Akhir perkuliahan
11-22 Desember 2006    Ujian Akhir semester

06 Januari 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil
08 Januari 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
11-13 Januari 2007    Perwalian dan pendaftaran FRS
17 Januari 2007        Dies natalis unpar ke-52
19 Januari 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 2
20 Januari 2007        Pengumuman kelas paralel sementara
22 Januari 2007        Awal perkuliahan
29-31 Januari 2007    PRS
03 Februari 2007    Pengumuman kelas paralel tetap
03 Februari 2007    Upacara wisuda 2
05 Maret 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2
12-24 Maret 2007    UTS
12 Mei 2007        Akhir perkuliahan
14-26 Mei 2007        UAS
25 Mei 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 3
02 Juni 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap
09 Juni 2007        Upacara wisuda 3

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | Comments Off

Kerja dulu atau lanjut kuliah dulu?

Posted by gatut on 18th March 2006

Ini potongan email kepada keponakan yang baru lulus Sarjana.

Kerja dulu kemudian lanjut kuliah lagi atau lanjutkan kuliah dulu baru kerja? Masing-masing ada untung rugi-nya. Sekali lagi ini soal opsi setelah lulus sarjana:

  • a. kerja dulu, misal 1-2 tahun, kemudian ambil kuliah S2.
  • b. langsung kuliah S2 hingga lulus, kemudian kerja.

Mana opsi yang sebaiknya dipilih?

Menurut saya dan beberapa teman seusia saya, pada masa sekarang ini, lebih tepat untuk sebisa mungkin kuliah S2 sesegera mungkin. Cepat lulus. Kemudian baru cari kerja atau malah wiraswasta.

Biaya

Jika memang tidak ada biaya atau biaya pas-pas-an (mepet sekali), maka kerja dulu mungkin menjadi pilihan utama. Asal, tetap konsisten untuk tetap menyiapkan biaya kuliah. Nyatanya, sangat sulit. Inginnya: cukup mapan baru kuliah lagi. Standar mapan ini yang paling sulit dipenuhi karena standarnya bergeser terus. Terlebih, godaan aktualisasi diri berupa prestasi di dunia nyata juga tidak ada habisnya.

Harus diakui, meski nilai mata uang turun, harga makin mahal, persaingan makin besar, namun daya beli sebenarnya meningkat. Meski jarak kaya-miskin jauh, namun sebenarnya banyak opsi yang terjangkau yang bisa diambil. Ada makin banyak peluang untuk mendanai kuliah.

Biaya atau investasi.

Kalau ada beasiswa, bagus, tapi kalau tidak ada (gagal memperoleh) beasiswa
sedangkan sebenarnya biaya ada (misal orang-tua) maka mending bayar sendiri.

Pertimbangan utama pada waktu. Waktu TIDAK BISA DIBELI. Bayangkan, berapa duit yang bisa didapat sekarang. Bandingkan, seandainya (seharusnya?) uang yang bisa didapat setelah lulus S2. Uang yang dibayarkan adalah salah satu bentuk investasi. Bukan biaya (cost)! Investasi, karena dana untuk kuliah akan kembali terutama berupa keahlian, keterampilan, nilai diri yang lebih berharga. Yang akhirnya, pasti juga memperoleh penghasilan uang.

Pengalaman.

Hampir semua lowongan men-syaratkan adanya pengalaman kerja. Padahal, bagaimana bisa berpengalaman “pernah kerja” bila untuk bekerja pun perlu pengalaman?

Seperti pertanyaan klasik: mana dulu telur atau ayam? Jawabannya jelas: telur dulu. Ayam sekarang sudah tertuduh kena flu burung. Jadi, dengan telur yang ditetaskan sendiri dalam karantina lebih terjamin bebas flu. Begitu juga, kuliah dulu sampai tuntas, lebih terjamin dari gangguan konsep para praktisi yang sok berteori sembarangan.

Persoalannya: karantina kampus-kampus kita, apakah terjamin?
Jawabannya: pilihlah kampus yang bisa dipercaya, dan percayakan lah.

Bila kampus sudah bisa-dipercaya, seharusnya kita juga mempercayai. Atau: mempercayai yang bisa dipercaya! Jangan dibalik lagi: tidak percaya pada yang dipercayai. Bingung!! Ha ha .. :D

Sudah seharusnya, teori muncul didasarkan pada banyak penelitian. Kemudian juga sudah diujikan pada banyak studi kasus. Bila belum, maka pasti bukan teori. Sudah menjadi tanggungjawab dan tugasnya para peneliti di kampus untuk memastikan kelayakan teori yang diajarkan.

Pengajaran teori hendaknya menyertakan pengalaman yang muncul dalam setiap kasus yang terkait. Artinya, dengan memahami teori juga membawa segudang pengalaman. Demikian lah “harga” pendidikan formal menjadi layak karena selain mendapat teori juga -terlebih- percepatan alih pengalaman/pengetahuan. Kita tak perlu lagi menjalani 10 tahun pengalaman, melainkan cukup 1 semester untuk pengalaman tersebut.

Terus. Setelah lulus nanti, bagaimana saya mendapat pekerjaan yang me-syaratkan pengalaman?

Pengalaman ada dalam studi kasus yang dibahas di perkuliahan. Itu lah pengalaman kita. Biasanya ini hanya berbeda pada kedalaman. Orang yang mengalami, benar-benar tahu detail masalah. Kerugiannya, selain yang mengalami kehabisan waktu menghadapi detail juga kehilangan / kekurangan sudut pandang yang lebih obyektif serta global.

Bagaimana mengangkat pengalaman tersebut agar menjadi pengalaman kita?

Nanti dilanjut deh. Sekarang saya ada urusan lain.

Posted in Lembaga pendidikan, Perkuliahann | 1 Comment »

Free Software: contoh kebebasan berkarya

Posted by gatut on 18th February 2006

Kala lihat-lihat kembali bahan kuliahnya “rms46” berkenaan sistem operasi menyoal studi kasus GNU/Linux terbilang nomor 8, tertuang:

Analogi “kebebasan berbicara” vs “bir gratis”, konsep bebas lebih didasarkan pada kebebasan mengembangkan, mendistribusikan daripada sekedar “gratis”

Bukan hal yang baru karena juga ada di filosofi dari Free Software Foundation, namun kutipannya tetap menyemangati. Ada kata implisit yang tak tertulis di sela termino. Lengkapi “kebebasan mengembangkan” menjadi “kebebasan untuk mengembangkan”. Dan jadikan pengertian “gratis” menjadi “bebas dari membayar”.

Demikian pula, saat berbicara baik lah bila lebihkan dari sekedar boleh mengutip adalah mengungkap kelengkap, apresian, harapan, semangat, bahkan kembangan.

ps: kalimat artikel ini disusun mengacu pada gaya vlsm.

Posted in Perkuliahann | Comments Off