<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GAgasan Tanpa Update Terus &#187; Perkuliahann</title>
	<atom:link href="http://gatut.edublogs.org/category/perkuliahann/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gatut.edublogs.org</link>
	<description>Gagasan, sharing, diskusi, mengenai pendidikan secara umum dan pendidikan komputer (teknologi informasi)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Mar 2008 15:57:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buku merakyat bukan buku melarat</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 01:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak terperangah membaca review buku MENGATASI SUSAH KENTUT &#38; MENGOBATI PANU? Untunglah ditutup dengan moral cerita:
Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita mengampanyekan gemar membaca tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.
Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak terperangah membaca review buku <a href="http://blogombal.org/2007/01/31/kehidupan-surgawi-kata-ibu-itu/"></a><a href="http://blogombal.org/2007/01/31/kehidupan-surgawi-kata-ibu-itu/" title="MENGATASI SUSAH KENTUT &amp; MENGOBATI PANU">MENGATASI SUSAH KENTUT &amp; MENGOBATI PANU</a>? Untunglah ditutup dengan moral cerita:</p>
<blockquote><p>Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita <span class="blines3">mengampanyekan gemar membaca</span> tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.</p></blockquote>
<p>Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah dengan harga dan distribusi terjangkau masyarakat. Subsidi percetakan mungkin bukan solusi, karena hanya menguntungkan pengusaha.</p>
<p>Lebih penting mendapatkan kemampuan memproduksi &#8216;isi&#8217; berkualitas yang ada dalam buku. Kemampuan produksi, dalam arti bersinambung, berkelanjutan.<br />
Ada ide?</p>
<p>ps: judulnya tak nyambung?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2007/02/06/buku-merakyat-bukan-buku-melarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah menyenangkan, ujian menegangkan</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/12/14/kuliah-menyenangkan-ujian-menegangkan/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/12/14/kuliah-menyenangkan-ujian-menegangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2006 04:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[UNPAR]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/12/14/kuliah-menyenangkan-ujian-menegangkan/</guid>
		<description><![CDATA[Masa perkuliahan biasanya terasa sangat menyenangkan, tapi harus ditutup (diakhiri) dengan ujian yang membuat tegang/tidak-nyaman. Demikian kata seorang mahasiswa. Seandainya diadakan pemungutan suara dari mahasiswa: setujukah anda bila ujian ditiadakan? Maka, berani yakin 90% akan mendukung alias setuju.
Ternyata hal ini juga dialami oleh kebanyakan dosen. Keterlambatan penyerahan nilai ujian barangkali bisa digunakan sebagai indikasi keengganan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masa perkuliahan biasanya terasa sangat menyenangkan, tapi harus ditutup (diakhiri) dengan ujian yang membuat tegang/tidak-nyaman. Demikian kata seorang mahasiswa. Seandainya diadakan pemungutan suara dari mahasiswa: setujukah anda bila ujian ditiadakan? Maka, berani yakin 90% akan mendukung alias setuju.</p>
<p>Ternyata hal ini juga dialami oleh <strike>kebanyakan</strike> dosen. Keterlambatan penyerahan nilai ujian barangkali bisa digunakan sebagai indikasi keengganan dosen menghadapi <strike>ujian</strike> pemeriksaan ujian. Bagaimana dengan penilaian tugas kuliah? Apalagi!! Karena tugas harian kan <strike>honornya</strike> skor-nya lebih kecil, maka wajar jika <strike>pemeriksaannya</strike> penilaiannya lebih males lagi.</p>
<p>Penelitian dengan sampel asal-asalan atas dampak keputusan menaikkan tarif honor yang muncul setahun lalu tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Mungkin saja karena penelitian dilakukan tidak-resmi dan tanpa landasan teori yang manapun untuk membuat kesimpulan. Yang pasti, para petugas administrasi pengumpul nilai bilang: gak ngaruh tuh. Honor dosen untuk ngoreksi ujian boleh naik, tapi tugas <strike>debt</strike> score collector tetap harus dilakukan. (Apalagi jika) Barangkali yang harusnya naik honor untuk nagih. Atau tepatnya honor bila makin mepetnya batas waktu nginput nilai.</p>
<p>Seorang dosen menyarankan agar seluruh penghasilan perkuliahan bagi dosen dijadikan satu paket. Selama ini, dosen yang berstatus tetap dibayar dengan perhitungan gaji. Sementara dosen luar biasa dibayar berdasar jam-kehadiran. Juga adanya perhitungan honor vakasi atas pemeriksaan tugas dan ujian. Dari sini muncul asumsi takaran mana yang enak dan tidak enak dikerjakan. Padahal seharusnya tanggungjawab mengajar satu mata kuliah mencakup komplet semua urusan satu semester. Termasuk dari persiapan materi ajar, pengajaran, penugasan, penilaian tugas, perbaikan tugas, pengujian, penilaian ujian.</p>
<p>Ah, ngomong-omong soal duit dalam pendidikan memang bikin tidak enak. Serasa mencari-cari keuntungan dari pengabdian mengajar.</p>
<p>Seandainya ada alasan atau <strike>penggairah</strike> motivasi yang bisa mengakibatkan proses ujian dan penilaian ujiannya berlaku sama menyenangkannya dengan proses perkuliahan itu sendiri. Syukur-syukur bisa lebih menyenangkan, sehingga bisa bilang:</p>
<blockquote><p>yuk, main <strike>game</strike> ujian lagi.</p></blockquote>
<p>Ada???</p>
<p>Selamat menempuh ujian bagi mahasiswa FE UNPAR. <a href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/12/jadwaluasfeunpar20061.pdf" title="Jadwal Ujian Akhir Semester, Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik Parahyangan. Semester ganjil 2006/2007.">Jadwal UAS semester ganjil 2006 di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/12/14/kuliah-menyenangkan-ujian-menegangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PTI: semester ganjil 2006</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/12/09/pti-semester-ganjil-2006/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/12/09/pti-semester-ganjil-2006/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2006 02:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[UNPAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/12/09/pti-semester-ganjil-2006/</guid>
		<description><![CDATA[Handout mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi semester ganjil 2006 Fakultas Ekonomi.

Bab 7a. Pengantar
Bab 7b. Layer Fisik
Bab 7c. Layer Data link
Bab 8. Layer network
Bab 9. Layer Aplikasi
Bab 10. Manajemen

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Handout mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi semester ganjil 2006 Fakultas Ekonomi.</p>
<ul>
<li><a href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/12/pti-2006-070.ppt" title="Handout PTI-20061: bab7a">Bab 7a. Pengantar</a></li>
<li><a href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/12/pti-2006-071.ppt" title="Handout PTI-20061: Bab 7b">Bab 7b. Layer Fisik</a></li>
<li><a href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/12/pti-2006-072.ppt" title="Handout PTI-20061: Bab7c">Bab 7c. Layer Data link</a></li>
<li><a href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/12/pti-2006-080.ppt" title="Handout PTI-20061: Bab 8">Bab 8. Layer network</a></li>
<li><a href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/12/pti-2006-090.ppt" title="Handout PTI-20061: bab 9">Bab 9. Layer Aplikasi</a></li>
<li><a href="http://gatut.edublogs.org/files/2006/12/pti-2006-100.ppt" title="Handout PTI-20061: bab 10">Bab 10. Manajemen</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/12/09/pti-semester-ganjil-2006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalender akademik: UNPAR 2006/2007</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2006 12:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[UNPAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/</guid>
		<description><![CDATA[Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik) Universitas Katolik Parahyangan Tahun ajaran 2006/2007

24 juli 2006		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006	Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006		Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006		Pengumuman kelas paralel sementara
16 Agustus 2006		Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
16 Agustus 2006		Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
18-19 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik) Universitas Katolik Parahyangan Tahun ajaran 2006/2007</p>
<ul>
<li>24 juli 2006		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1</li>
<li>1-3 Agustus 2006	Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama</li>
<li>12 Agustus 2006		Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara</li>
<li>15 Agustus 2006		Pengumuman kelas paralel sementara</li>
<li>16 Agustus 2006		Upacara penerimaan mhs baru secara resmi</li>
<li>16 Agustus 2006		Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru</li>
<li>18-19 Agustus 2006	Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik</li>
<li>22 Agustus 2006		Awal perkuliahan</li>
<li>28-30 Agustus 2006	Perubahan Rencana Studi</li>
<li>02 September 2006	Pengumuman kelas paralel tetap</li>
<li>15 September 2006	Batas akhir pendaftaran wisuda 1</li>
<li>25 September 2006	Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2</li>
<li>30 September 2006	upacara wisuda 1</li>
<li>02-14 Oktober 2006	Ujian Tengah Semester</li>
<li>09 Desember 2006	Akhir perkuliahan</li>
<li>11-22 Desember 2006	Ujian Akhir semester</li>
<li>06 Januari 2007		Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil</li>
<li>08 Januari 2007		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1</li>
<li>11-13 Januari 2007	Perwalian dan pendaftaran FRS</li>
<li>17 Januari 2007		Dies natalis unpar ke-52</li>
<li>19 Januari 2007		Batas akhir pendaftaran wisuda 2</li>
<li>20 Januari 2007		Pengumuman kelas paralel sementara</li>
<li>22 Januari 2007		Awal perkuliahan</li>
<li>29-31 Januari 2007	PRS</li>
<li>03 Februari 2007	Pengumuman kelas paralel tetap</li>
<li>03 Februari 2007	Upacara wisuda 2</li>
<li>05 Maret 2007		Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2</li>
<li>12-24 Maret 2007	UTS</li>
<li>12 Mei 2007		Akhir perkuliahan</li>
<li>14-26 Mei 2007		UAS</li>
<li>25 Mei 2007		Batas akhir pendaftaran wisuda 3</li>
<li>02 Juni 2007		Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap</li>
<li>09 Juni 2007		Upacara wisuda 3</li>
</ul>
<p>ps: sorry. Ada kesalahan. Rasanya ini pernah diposting tapi ternyata nyangkut baru terlihat. <img src='http://gatut.edublogs.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/11/02/kalender-akademik-unpar-20062007-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menimbang Aplikasi Pembelajaran elektronis</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2006 02:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[UNPAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/</guid>
		<description><![CDATA[Sistem pembelajaran elektronis (e-learning) bisa pakai yang murah, bisa yang mahal, tapi yang penting manfaat. Betul?
Tanggal 23-24 Agustus saya ditugasi mendampingi Pak Wimpy hadir dalam pertemuan CKNet-INA (Collaborative Knowledge Network Indonesia). Tujuan acara ini untuk menyiapkan dukungan pengelolaan knowledge seputar sumber daya air. Namun, dalam artikel ini saya tidak bicara tentang WRM (water resource management). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem pembelajaran elektronis (e-learning) bisa pakai yang murah, bisa yang mahal, tapi yang penting manfaat. Betul?</p>
<p>Tanggal 23-24 Agustus saya ditugasi mendampingi Pak Wimpy hadir dalam pertemuan <a title="Collaborative Knowledge Network Indonesia" href="//www.cknet.ihe.nl/cknet2/index.php">CKNet-INA</a> (Collaborative Knowledge Network Indonesia). Tujuan acara ini untuk menyiapkan dukungan pengelolaan knowledge seputar sumber daya air. Namun, dalam artikel ini saya tidak bicara tentang WRM (water resource management). Bukan kapasitas saya, gitu loh bahasa diplomatisnya. he he &#8230;</p>
<p>Dalam workshop dua hari ini, bertemu pula perwakilan pengelola sumber daya Teknologi Informasi dari 10 universitas besar di Indonesia. In random order: UBINUS, UNPAR, ITB, ITS, UNDIP, UGM, UNHAS, UNMER, UNAND, UI. Setelah perkenalan, kami sempat berbagi cerita tentang ketersediaan resource masing-masing: jumlah host, server, koneksi intranet, dan koneksi internet. Serta hal-hal lain yang tak dapat disebutkan satu-per-satu .. *glg* <img src='http://gatut.edublogs.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada dua hal seputar resource TI yang saya kira perlu dilaporkan di sini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>. 7 universitas sudah terhubung ke <a title="network DIKTI" href="//www.dikti.org/inherent/">INHERENT</a> (http://www.dikti.org/inherent/). Lainnya, sedang mempersiapkan diri untuk juga dapat terhubung ke INHERENT.</p>
<p><strong>Kedua</strong>. Semua anggota tertarik untuk mempertimbangkan menggunakan struktur data bahan-bahan perkuliahan yang dapat dipertukarkan. Calon terkuat menggunakan standard bernama <a title="Sharable Content Object Reference Model" href="//en.wikipedia.org/wiki/SCORM">SCORM</a>.</p>
<blockquote><p>Kata situs <a href="//www.moodle.org/">moodle</a>: SCORM (Sharable Content Object Reference Model) is a collection of specifications that enable interoperability, accessibility and reusability of web-based learning content.</p></blockquote>
<blockquote><p>Kata situs wikipedia: <a title="Sharable Content Object Reference Model" href="//en.wikipedia.org/wiki/SCORM">Sharable Content Object Reference Model</a> (SCORM) is a collection of standards and specifications for web-based e-learning.</p></blockquote>
<p>Setiap perguruan tinggi (dan sekolahan) yang bermaksud menjalankan aplikasi e-learning hendaknya mengikuti standard SCORM ini. Baik menggunakan sistem yang sudah ada atau -terlebih- bila sistem tersebut dibangun sendiri.</p>
<p>Salah satu implementasi e-learning yang menjalani standar SCORM, yang opensource dan yang diakui paling lengkap fiturnya adalah <a href="//moodle.org/">moodle</a>. Semua anggota me-rekomendasi penggunaan software ini. Ada artikel lebih lengkap di situsnya.</p>
<p>a. Dokumen umum <a href="//docs.moodle.org/en/About_Moodle">tentang moodle</a>:<br />
http://docs.moodle.org/en/About_Moodle</p>
<p>b. <a href="//docs.moodle.org/en/Teacher_documentation">Dokumen untuk pengguna</a> &#8211; guru/pengajar:<br />
http://docs.moodle.org/en/Teacher_documentation</p>
<p>c. <a href="//docs.moodle.org/en/Administrator_documentation">Dokumen untuk pengelola</a>, administrasi:<br />
http://docs.moodle.org/en/Administrator_documentation</p>
<p>d. <a href="//docs.moodle.org/en/Developer_documentation">Dokumen untuk pengembang</a> sistem informasi:<br />
http://docs.moodle.org/en/Developer_documentation</p>
<p>Meskipun software ini tersedia gratis, bukan berarti tanpa biaya untuk memanfaatkannya. Tetap perlu sumber daya untuk mempelajari, mempertimbangkan, mengambil keputusan, menyiapkan, menjalankan, &#8230; bla bla bla .. lainnya.</p>
<p>Namun, yang pasti, jelas tidak perlu biaya atas lisensi softwarenya. Juga untuk source codenya. Jadi, kalau ada kesempatan mengurangi unsur biaya (software gratis), mengapa harus bayar?</p>
<p>Jawabannya, mungkin, adalah &#8230; oops, di luar kapasitas saya. he he &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/09/11/menimbang-aplikasi-pembelajaran-elektronis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa semua soal ujian dikembalikan?</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 May 2006 09:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS,       UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.
Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.
Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :
1. Dosen berjaga-jaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS,       UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.</p>
<p>Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.</p>
<blockquote><p>Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :</p>
<p>1. Dosen berjaga-jaga kalau tidak sempat buat soal baru. Masih bisa mengeluarkan soal lama.</p>
<p>2. Kebiasaan mahasiswa yang mengandalakan hanya daya ingatnya dan menghafal saja catatan kuliah singkat/copy transparan/slides kuliah dan sebagainya.</p>
<p>Alasan yang pertama memang menjadi tidak relevan ketika edisi buku berubah tiap satu atau dua tahun.</p>
<p>Alasan kedua lebih dikuatirkan terutama untuk matakuiliah yang dari sananya lambat berkembang [semisal &#8211; behavioral accounting, etika, logika, matematik dan sejenisnya yang variasi soal sangat tergantung pada kreasi dosen.</p>
<p>Hal lain yang tak terpikir sebelumnya adalah, bahwa produksi kertas bekas untuk dijual ke pabrik Leces bisa menjadi tambahan berarti untuk kesejahteraan karyawan (seandainya) langsung tanpa perlu melalui pos penerimaan universitas atau yayasan lagi.</p>
<p>Menurut saya, dikumpulkan kembali berkas soal itu bukan masalah besar kalau tidak dapat disebut &#8220;bermasalah&#8221;, terutama kalau alasannya sekedar &#8220;supaya mahasiswa dapat mempelajari kesalahannya supaya ujian kedua kali bisa lebih mudah dan lulus&#8221;. Bukankah asumsi mahasiswa harus mengikuti proses pembelajaran seutuhnya merupakan jaminan besar ia akan dapat lulus ?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan tambahan dari saya:</p>
<ul>
<li>Berapa banyak mahasiswa yang bersedia membahas kembali soal ujian sebelumnya?</li>
<li>Bila soal ujian sebelumnya perlu bagi mahasiswa (berikutnya), mengapa tidak ada peredaran contoh soal ujian meskipun di kalangan terbatas (underground)?</li>
</ul>
<p>Apa tanggapan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/05/24/mengapa-semua-soal-ujian-dikembalikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung perkiraan biaya pendidikan</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2006 01:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Mencermati biaya pendidikan yang semakin tinggi dan tidak kunjung turun (mungkin memang tidak akan turun?), barangkali lebih baik bersiap diri daripada menunggu tindakan dari pihak lain (misal pemerintah).
Dikutip dari:
http://www.perencanakeuangan.com/files/PerkiraanBiayaPendidikan.html
&#8211;
MENGHITUNG PERKIRAAN BIAYA PENDIDIKAN
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV
Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencermati <a title="Perbandingan pada Zaman Kolonial Belanda dan NKRI" href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/05/pddkn/1190238.htm">biaya pendidikan yang semakin tinggi</a> dan tidak kunjung turun (mungkin memang tidak akan turun?), barangkali lebih baik bersiap diri daripada menunggu tindakan dari pihak lain (misal pemerintah).<br />
Dikutip dari:</p>
<p>http://www.perencanakeuangan.com/files/PerkiraanBiayaPendidikan.html</p>
<p>&#8211;</p>
<p>MENGHITUNG PERKIRAAN BIAYA PENDIDIKAN</p>
<p>Oleh: Safir Senduk</p>
<p>Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV</p>
<p>Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar bercerita tentang mahalnya biaya masuk kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Jumlahnya tidak usah saya ceritakan berapa, tapi yang jelas sangat mahal. Padahal, itu baru uang masuknya doang.</p>
<p>Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa yang namanya Biaya Pendidikan harus dipersiapkan sejak sekarang. Betul, memang tidak semua Biaya Pendidikan itu mahal. Bervariasinya bentuk sekolah, terutama sekolah yang jenjangnya sudah cukup tinggi seperti Sekolah Tinggi, Akademi atau Universitas, membuat tidak semua standar biaya bisa sama. Jangankan pendidikan tinggi, jenjang sekolah yang lebih rendah seperti SD, SMP dan SMU saja bisa bervariasi biayanya satu sama lain. Itulah karenanya beberapa di antara Anda ada yang merasa mampu untuk membayar biaya pada Sekolah A, tetapi tidak mampu untuk membayar biaya pada Sekolah B yang harganya lebih mahal.</p>
<p>Namun demikian, perlu diketahui bahwa bukan berarti Sekolah A yang biayanya dinilai murah tersebut akan tetap sama murahnya pada tahun-tahun mendatang. Ini karena yang namanya Biaya Pendidikan pasti akan naik terus dari tahun ke tahun. Jadi, kalaupun sekarang ada sekolah yang biaya pendidikannya dirasa tidak mahal, tetapi karena biaya tersebut naik terus tiap tahun, jatuh-jatuhnya pasti mahal.</p>
<p>Saya beri contoh sederhana saja: anggap saja sekarang anak Anda berusia 3 tahun. Pertanyaannya gampang, kalau sekarang Uang Pangkal SMU adalah Rp 4 juta, dan usia rata-rata seseorang masuk SMU adalah ketika pada usia 15 tahun, apakah nantinya Anda akan membayar jumlah yang sama ketika nantinya anak Anda masuk SMU sekitar 12 tahun lagi?</p>
<p>Pasti beda, karena nantinya Biaya Pendidikan tersebut pasti akan jauh lebih mahal.</p>
<p>CARA MENGHITUNG</p>
<p>Lalu, bagaimana cara Anda bisa menghitung dan memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kan, Anda tidak tahu berapa persen jumlah kenaikannya setiap tahun?</p>
<p>Betul. Kita memang tidak bisa memperkirakan dengan pasti berapa jumlah Biaya Pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan asumsi tertentu, dan berharap supaya pengandaian tersebut tidak meleset. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan asumsi bahwa setiap tahun Biaya Pendidikan akan selalu naik sebesar 10 persen setiap tahun. Rata-rata.</p>
<p>Dengan demikian, kalau misalnya Uang Pangkal masuk SMU pada saat ini adalah Rp 4 juta, tahun depan bisa diperkirakan bahwa Uang Pangkal tersebut akan menjadi Rp 4.400.000,-. Darimana angka itu didapat? Gampang: Rp 4 juta + (10% x Rp 4 juta)</p>
<p>TINGGAL DIKALIKAN</p>
<p>Sebetulnya, selain cara di atas, Anda juga bisa memakai rumus: Rp 4 juta X 1,1.</p>
<p>Lho, kok 1,1? Dapat dari mana itu? Oh, itu sih cuma matematika sederhana. 1,1 kan sama dengan 10% di atasnya 100%. Jadi, 1,1 itu adalah bentuk desimal agar Anda lebih cepat dalam melakukan perkalian memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan.</p>
<p>Tapi kalau Anda mau pakai pengandaian kenaikan Biaya Pendidikan 20% per tahun, maka Anda bisa menggunakan bentuk desimal 1,2. Kalau asumsi kenaikan Biaya Pendidikannya adalah 30% per tahun, gunakan bentuk desimal 1,3. Begitu seterusnya.</p>
<p>Nah, kembali ke contoh kenaikan 10% dalam satu tahun, maka apabila tahun ini Uang Pangkal masuk SMU adalah Rp 4 juta, maka tahun depan angka tersebut diperkirakan menjadi: Rp 4 juta x 1,1 = Rp 4.400.000.</p>
<p>Itu untuk tahun depan. Kalau untuk dua tahun ke depan bagaimana? Anda bisa melakukan perkalian tersebut diatas dengan cara mengulangnya sampai dua kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1</p>
<p>Kalau untuk lima tahun ke depan bagaimana?</p>
<p>Ulang perkalian tersebut sampai lima kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1. Kalau untuk 12 tahun ke depan? Ulang sampai duabelas kali. Begitu seterusnya.</p>
<p>Memang, yang namanya perkiraan Biaya Pendidikan seringkali tidak bisa dihitung dengan cara yang sesederhana itu. Tapi melakukan perkiraan jelas masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan adanya angka perkiraan seperti yang sudah Anda pelajari di atas tadi, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan persiapan. Ibarat Anda sedang bepergian, Anda tahu dengan pasti ke mana arah yang sedang Anda tuju.</p>
<p>Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda, hal yang paling penting adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa perkiraan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur strategi agar siap bila tiba saatnya nanti.<br />
&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/04/22/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalender akademik: UNPAR 2006/2007</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Apr 2006 06:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/</guid>
		<description><![CDATA[Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik)
Universitas Katolik Parahyangan
Tahun ajaran 2006/2007

24 juli 2006        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006    Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006        Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik)<br />
<a title="Universitas Katolik Parahyangan" href="http://www.unpar.ac.id/">Universitas Katolik Parahyangan</a></p>
<p>Tahun ajaran 2006/2007</p>
<pre>
24 juli 2006        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
1-3 Agustus 2006    Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
12 Agustus 2006        Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
15 Agustus 2006        Pengumuman kelas paralel sementara
16 Agustus 2006        Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
16 Agustus 2006        Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
18-19 Agustus 2006    Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik
22 Agustus 2006        Awal perkuliahan
28-30 Agustus 2006    Perubahan Rencana Studi
02 September 2006    Pengumuman kelas paralel tetap
15 September 2006    Batas akhir pendaftaran wisuda 1
25 September 2006    Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2
30 September 2006    upacara wisuda 1
02-14 Oktober 2006    Ujian Tengah Semester
09 Desember 2006    Akhir perkuliahan
11-22 Desember 2006    Ujian Akhir semester

06 Januari 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil
08 Januari 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
11-13 Januari 2007    Perwalian dan pendaftaran FRS
17 Januari 2007        Dies natalis unpar ke-52
19 Januari 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 2
20 Januari 2007        Pengumuman kelas paralel sementara
22 Januari 2007        Awal perkuliahan
29-31 Januari 2007    PRS
03 Februari 2007    Pengumuman kelas paralel tetap
03 Februari 2007    Upacara wisuda 2
05 Maret 2007        Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2
12-24 Maret 2007    UTS
12 Mei 2007        Akhir perkuliahan
14-26 Mei 2007        UAS
25 Mei 2007        Batas akhir pendaftaran wisuda 3
02 Juni 2007        Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap
09 Juni 2007        Upacara wisuda 3</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/04/21/kalender-akademik-unpar-20062007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja dulu atau lanjut kuliah dulu?</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/03/18/kerja-dulu-atau-lanjut-kuliah-dulu/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/03/18/kerja-dulu-atau-lanjut-kuliah-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2006 04:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembaga pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/03/18/kerja-dulu-atau-lanjut-kuliah-dulu/</guid>
		<description><![CDATA[Ini potongan email kepada keponakan yang baru lulus Sarjana.
Kerja dulu kemudian lanjut kuliah lagi atau lanjutkan kuliah dulu baru kerja?  Masing-masing ada untung rugi-nya. Sekali lagi ini soal opsi setelah lulus sarjana:

a. kerja dulu, misal 1-2 tahun, kemudian ambil kuliah S2.
b. langsung kuliah S2 hingga lulus, kemudian kerja.

Mana opsi yang sebaiknya dipilih?
Menurut saya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ini potongan email kepada keponakan yang baru lulus Sarjana.</em></p>
<p><strong>Kerja dulu kemudian lanjut kuliah lagi atau lanjutkan kuliah dulu baru kerja?</strong>  Masing-masing ada untung rugi-nya. Sekali lagi ini soal opsi setelah lulus sarjana:</p>
<ul>
<li>a. kerja dulu, misal 1-2 tahun, kemudian ambil kuliah S2.</li>
<li>b. langsung kuliah S2 hingga lulus, kemudian kerja.</li>
</ul>
<p>Mana opsi yang sebaiknya dipilih?</p>
<p>Menurut saya dan beberapa teman seusia saya, pada masa sekarang ini, lebih tepat untuk <strong>sebisa mungkin kuliah S2 sesegera mungkin</strong>. Cepat lulus. Kemudian baru cari kerja atau malah wiraswasta.</p>
<h2>Biaya</h2>
<p>Jika memang tidak ada biaya atau biaya pas-pas-an (mepet sekali), maka kerja dulu mungkin menjadi pilihan utama. Asal, tetap konsisten untuk tetap menyiapkan biaya kuliah. Nyatanya, sangat sulit. Inginnya: cukup mapan baru kuliah lagi. Standar mapan ini yang paling sulit dipenuhi karena standarnya bergeser terus. Terlebih, godaan aktualisasi diri berupa prestasi di dunia nyata juga tidak ada habisnya.</p>
<p>Harus diakui, meski nilai mata uang turun, harga makin mahal, persaingan makin besar, namun daya beli sebenarnya meningkat. Meski jarak kaya-miskin jauh, namun sebenarnya banyak opsi yang terjangkau yang bisa diambil. Ada makin banyak peluang untuk mendanai kuliah.</p>
<h2>Biaya atau investasi.</h2>
<p>Kalau ada beasiswa, bagus, tapi kalau tidak ada (gagal memperoleh) beasiswa<br />
sedangkan sebenarnya biaya ada (misal orang-tua) maka mending bayar sendiri.</p>
<p>Pertimbangan utama pada waktu. Waktu TIDAK BISA DIBELI. Bayangkan, berapa duit yang bisa didapat sekarang. Bandingkan, seandainya (seharusnya?) uang yang bisa didapat setelah lulus S2. <em>Uang yang dibayarkan adalah salah satu bentuk investasi</em>. <strong>Bukan biaya (cost)!</strong> Investasi, karena dana untuk kuliah akan kembali terutama berupa keahlian, keterampilan, nilai diri yang lebih berharga.  Yang akhirnya, pasti juga memperoleh penghasilan uang.</p>
<h2>Pengalaman.</h2>
<p>Hampir semua lowongan men-syaratkan adanya pengalaman kerja. Padahal, bagaimana bisa berpengalaman &#8220;pernah kerja&#8221; bila untuk bekerja pun perlu pengalaman?</p>
<p>Seperti pertanyaan klasik: mana dulu telur atau ayam? Jawabannya jelas: telur dulu. Ayam sekarang sudah tertuduh kena flu burung. Jadi, dengan telur yang ditetaskan sendiri dalam karantina lebih terjamin bebas flu. Begitu juga, kuliah dulu sampai tuntas, lebih terjamin dari gangguan konsep para praktisi yang sok berteori sembarangan.</p>
<p>Persoalannya: karantina kampus-kampus kita, apakah terjamin?<br />
Jawabannya: pilihlah kampus yang bisa dipercaya, dan percayakan lah.</p>
<p>Bila kampus sudah bisa-dipercaya, seharusnya kita juga mempercayai. Atau: mempercayai yang bisa dipercaya! Jangan dibalik lagi: tidak percaya pada yang dipercayai. Bingung!! Ha ha .. <img src='http://gatut.edublogs.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sudah seharusnya, teori muncul didasarkan pada banyak penelitian. Kemudian juga sudah diujikan pada banyak studi kasus. Bila belum, maka pasti bukan teori. Sudah menjadi tanggungjawab dan tugasnya para peneliti di kampus untuk memastikan kelayakan teori yang diajarkan.</p>
<p>Pengajaran teori hendaknya menyertakan pengalaman yang muncul dalam setiap kasus yang terkait. Artinya, dengan memahami teori juga membawa segudang pengalaman. Demikian lah &#8220;harga&#8221; pendidikan formal menjadi layak karena selain mendapat teori juga -terlebih- percepatan alih pengalaman/pengetahuan. Kita tak perlu lagi menjalani 10 tahun pengalaman, melainkan cukup 1 semester untuk pengalaman tersebut.</p>
<p>Terus. Setelah lulus nanti, bagaimana saya mendapat pekerjaan yang me-syaratkan pengalaman?</p>
<p>Pengalaman ada dalam studi kasus yang dibahas di perkuliahan. Itu lah pengalaman kita. Biasanya ini hanya berbeda pada kedalaman. Orang yang mengalami, benar-benar tahu detail masalah. Kerugiannya, selain yang mengalami kehabisan waktu menghadapi detail juga kehilangan / kekurangan sudut pandang yang lebih obyektif serta global.</p>
<p>Bagaimana mengangkat pengalaman tersebut agar menjadi pengalaman kita?</p>
<p>Nanti dilanjut deh. Sekarang saya ada urusan lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/03/18/kerja-dulu-atau-lanjut-kuliah-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Software: contoh kebebasan berkarya</title>
		<link>http://gatut.edublogs.org/2006/02/18/free-software-contoh-kebebasan-berkarya/</link>
		<comments>http://gatut.edublogs.org/2006/02/18/free-software-contoh-kebebasan-berkarya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2006 02:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gatut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gatut.edublogs.org/2006/02/18/free-software-contoh-kebebasan-berkarya/</guid>
		<description><![CDATA[Kala lihat-lihat kembali bahan kuliahnya &#8220;rms46&#8221; berkenaan sistem operasi menyoal studi kasus GNU/Linux terbilang nomor 8, tertuang:
Analogi “kebebasan berbicara” vs “bir gratis”, konsep bebas lebih didasarkan pada kebebasan mengembangkan, mendistribusikan daripada sekedar “gratis”
Bukan hal yang baru karena juga ada di filosofi dari Free Software Foundation, namun kutipannya tetap menyemangati. Ada kata implisit yang tak tertulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kala lihat-lihat kembali bahan kuliahnya &#8220;<a title="eR eM eS empat nam BUKAN remes panam" href="http://rms46.blogspot.com/"><em>rms46</em></a>&#8221; berkenaan sistem operasi menyoal <a title="Studi kasus GNU/Linux" href="http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/bahan/bahan-bab8.pdf">studi kasus GNU/Linux</a> terbilang nomor 8, tertuang:</p>
<blockquote><p>Analogi “kebebasan berbicara” vs “bir gratis”, konsep bebas lebih didasarkan pada kebebasan mengembangkan, mendistribusikan daripada sekedar “gratis”</p></blockquote>
<p>Bukan hal yang baru karena juga ada di filosofi dari Free Software Foundation, namun kutipannya tetap menyemangati. Ada kata implisit yang tak tertulis di sela termino. Lengkapi &#8220;kebebasan mengembangkan&#8221; menjadi &#8220;kebebasan untuk mengembangkan&#8221;. Dan jadikan pengertian &#8220;gratis&#8221; menjadi &#8220;bebas dari membayar&#8221;.</p>
<p>Demikian pula, saat berbicara baik lah bila lebihkan dari sekedar boleh mengutip adalah mengungkap kelengkap, apresian, harapan, semangat, bahkan kembangan.</p>
<p>ps: kalimat artikel ini disusun mengacu pada gaya vlsm.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gatut.edublogs.org/2006/02/18/free-software-contoh-kebebasan-berkarya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
