Rumah untuk Pejabat dan Pengadaan Teknologi Informasi

Dulu, pejabat mendapat rumah dinas karena jabatan. Sekarang, pejabat sekarang mendapat 3 rumah:

  • Rumah pertama, rumah sakit jika stres
  • Rumah kedua, rumah tahanan karena tuduhan
  • Rumah ketiga, rumah duka jika tak tahan

Selamat, anda dapat rumah!!!

Cerita yang dikutip dari obrolan ringan dengan Prof. Dr.Ir. H. Rochim Suratman dalam acara temu silaturahmi kopertis-4 pada hari Sabtu, 28 April lalu, mengingatkan pada kita bahwa tanggung-jawab tidak sekadar tanggungan untuk menjawab.

Pengadaan barang dan jasa seharusnya sudah ada prosedur yang bisa diikuti. Termasuk prosedur pengadaan teknologi informasi, yang meskipun memiliki keunikan. Jika prosedur pengadaan yang ada sudah tidak memadai, sebaiknya diperbaiki/disesuaikan sebelum terlalu banyak pelanggaran. Apalagi bila disertai alasan: cuman sekedar cari sesuap nasi.

Tautan:

  1. Kemelut di Pengadaan Teknologi Informasi (di BHMN?)
  2. Permasalahan Pengadaan Teknologi Informasi di Indonesia
  3. Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2007

Buku merakyat bukan buku melarat

Siapa yang tidak terperangah membaca review buku MENGATASI SUSAH KENTUT & MENGOBATI PANU? Untunglah ditutup dengan moral cerita:

Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita mengampanyekan gemar membaca tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan.

Tujuan atau harapan kita bersama adalah untuk menyediakan buku murah dengan harga dan distribusi terjangkau masyarakat. Subsidi percetakan mungkin bukan solusi, karena hanya menguntungkan pengusaha.

Lebih penting mendapatkan kemampuan memproduksi ‘isi’ berkualitas yang ada dalam buku. Kemampuan produksi, dalam arti bersinambung, berkelanjutan.
Ada ide?

ps: judulnya tak nyambung?

Jadwal kuliah FE UNPAR semester genap 2006/7

Jadwal kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan, semester genap 2006/2007 telah keluar. Perkuliahan semesnter genap 2006 akan dimulai hari Senin tanggal 22 Januari 2007 dan berakhir pada tanggal 12 Mei 2007. Total terdapat 14 minggu perkuliahan.

File jadwal ada di sini:
http://gatut.edublogs.org/files/2007/01/jdw062.TXT

notes: file tersebut adalah hasil tangkapan (capture) printer dotmatrix epson LQ. Ada beberapa karakter kontrol yang mungkin akan memberikan tampilan tidak biasa di komputer anda.

Kuliah menyenangkan, ujian menegangkan

Masa perkuliahan biasanya terasa sangat menyenangkan, tapi harus ditutup (diakhiri) dengan ujian yang membuat tegang/tidak-nyaman. Demikian kata seorang mahasiswa. Seandainya diadakan pemungutan suara dari mahasiswa: setujukah anda bila ujian ditiadakan? Maka, berani yakin 90% akan mendukung alias setuju.

Ternyata hal ini juga dialami oleh kebanyakan dosen. Keterlambatan penyerahan nilai ujian barangkali bisa digunakan sebagai indikasi keengganan dosen menghadapi ujian pemeriksaan ujian. Bagaimana dengan penilaian tugas kuliah? Apalagi!! Karena tugas harian kan honornya skor-nya lebih kecil, maka wajar jika pemeriksaannya penilaiannya lebih males lagi.

Penelitian dengan sampel asal-asalan atas dampak keputusan menaikkan tarif honor yang muncul setahun lalu tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Mungkin saja karena penelitian dilakukan tidak-resmi dan tanpa landasan teori yang manapun untuk membuat kesimpulan. Yang pasti, para petugas administrasi pengumpul nilai bilang: gak ngaruh tuh. Honor dosen untuk ngoreksi ujian boleh naik, tapi tugas debt score collector tetap harus dilakukan. (Apalagi jika) Barangkali yang harusnya naik honor untuk nagih. Atau tepatnya honor bila makin mepetnya batas waktu nginput nilai.

Seorang dosen menyarankan agar seluruh penghasilan perkuliahan bagi dosen dijadikan satu paket. Selama ini, dosen yang berstatus tetap dibayar dengan perhitungan gaji. Sementara dosen luar biasa dibayar berdasar jam-kehadiran. Juga adanya perhitungan honor vakasi atas pemeriksaan tugas dan ujian. Dari sini muncul asumsi takaran mana yang enak dan tidak enak dikerjakan. Padahal seharusnya tanggungjawab mengajar satu mata kuliah mencakup komplet semua urusan satu semester. Termasuk dari persiapan materi ajar, pengajaran, penugasan, penilaian tugas, perbaikan tugas, pengujian, penilaian ujian.

Ah, ngomong-omong soal duit dalam pendidikan memang bikin tidak enak. Serasa mencari-cari keuntungan dari pengabdian mengajar.

Seandainya ada alasan atau penggairah motivasi yang bisa mengakibatkan proses ujian dan penilaian ujiannya berlaku sama menyenangkannya dengan proses perkuliahan itu sendiri. Syukur-syukur bisa lebih menyenangkan, sehingga bisa bilang:

yuk, main game ujian lagi.

Ada???

Selamat menempuh ujian bagi mahasiswa FE UNPAR. Jadwal UAS semester ganjil 2006 di sini.

Kalender akademik: UNPAR 2006/2007

Jadwal kegiatan akademik (kalender akademik) Universitas Katolik Parahyangan Tahun ajaran 2006/2007

  • 24 juli 2006 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
  • 1-3 Agustus 2006 Perwalian dan pendaftaran FRS mahasiswa lama
  • 12 Agustus 2006 Batas akhir pengumuman kelas paralel sementara
  • 15 Agustus 2006 Pengumuman kelas paralel sementara
  • 16 Agustus 2006 Upacara penerimaan mhs baru secara resmi
  • 16 Agustus 2006 Pengarahan dekan dan staf serta pendaftaran FRS mhs baru
  • 18-19 Agustus 2006 Orientasi studi dan pengenalan komunias akademik
  • 22 Agustus 2006 Awal perkuliahan
  • 28-30 Agustus 2006 Perubahan Rencana Studi
  • 02 September 2006 Pengumuman kelas paralel tetap
  • 15 September 2006 Batas akhir pendaftaran wisuda 1
  • 25 September 2006 Batas akhir Pembayaran biaya pendidikan tahap 2
  • 30 September 2006 upacara wisuda 1
  • 02-14 Oktober 2006 Ujian Tengah Semester
  • 09 Desember 2006 Akhir perkuliahan
  • 11-22 Desember 2006 Ujian Akhir semester
  • 06 Januari 2007 Batas akhir pengumuman nilai akhir sem ganjil
  • 08 Januari 2007 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 1
  • 11-13 Januari 2007 Perwalian dan pendaftaran FRS
  • 17 Januari 2007 Dies natalis unpar ke-52
  • 19 Januari 2007 Batas akhir pendaftaran wisuda 2
  • 20 Januari 2007 Pengumuman kelas paralel sementara
  • 22 Januari 2007 Awal perkuliahan
  • 29-31 Januari 2007 PRS
  • 03 Februari 2007 Pengumuman kelas paralel tetap
  • 03 Februari 2007 Upacara wisuda 2
  • 05 Maret 2007 Batas akhir pembayaran biaya pendidikan tahap 2
  • 12-24 Maret 2007 UTS
  • 12 Mei 2007 Akhir perkuliahan
  • 14-26 Mei 2007 UAS
  • 25 Mei 2007 Batas akhir pendaftaran wisuda 3
  • 02 Juni 2007 Batas akhir pengumuman nilai akhir semester genap
  • 09 Juni 2007 Upacara wisuda 3

ps: sorry. Ada kesalahan. Rasanya ini pernah diposting tapi ternyata nyangkut baru terlihat. 🙁

Menimbang Aplikasi Pembelajaran elektronis

Sistem pembelajaran elektronis (e-learning) bisa pakai yang murah, bisa yang mahal, tapi yang penting manfaat. Betul?

Tanggal 23-24 Agustus saya ditugasi mendampingi Pak Wimpy hadir dalam pertemuan CKNet-INA (Collaborative Knowledge Network Indonesia). Tujuan acara ini untuk menyiapkan dukungan pengelolaan knowledge seputar sumber daya air. Namun, dalam artikel ini saya tidak bicara tentang WRM (water resource management). Bukan kapasitas saya, gitu loh bahasa diplomatisnya. he he …

Dalam workshop dua hari ini, bertemu pula perwakilan pengelola sumber daya Teknologi Informasi dari 10 universitas besar di Indonesia. In random order: UBINUS, UNPAR, ITB, ITS, UNDIP, UGM, UNHAS, UNMER, UNAND, UI. Setelah perkenalan, kami sempat berbagi cerita tentang ketersediaan resource masing-masing: jumlah host, server, koneksi intranet, dan koneksi internet. Serta hal-hal lain yang tak dapat disebutkan satu-per-satu .. *glg* 😛

Ada dua hal seputar resource TI yang saya kira perlu dilaporkan di sini.

Pertama. 7 universitas sudah terhubung ke INHERENT (http://www.dikti.org/inherent/). Lainnya, sedang mempersiapkan diri untuk juga dapat terhubung ke INHERENT.

Kedua. Semua anggota tertarik untuk mempertimbangkan menggunakan struktur data bahan-bahan perkuliahan yang dapat dipertukarkan. Calon terkuat menggunakan standard bernama SCORM.

Kata situs moodle: SCORM (Sharable Content Object Reference Model) is a collection of specifications that enable interoperability, accessibility and reusability of web-based learning content.

Kata situs wikipedia: Sharable Content Object Reference Model (SCORM) is a collection of standards and specifications for web-based e-learning.

Setiap perguruan tinggi (dan sekolahan) yang bermaksud menjalankan aplikasi e-learning hendaknya mengikuti standard SCORM ini. Baik menggunakan sistem yang sudah ada atau -terlebih- bila sistem tersebut dibangun sendiri.

Salah satu implementasi e-learning yang menjalani standar SCORM, yang opensource dan yang diakui paling lengkap fiturnya adalah moodle. Semua anggota me-rekomendasi penggunaan software ini. Ada artikel lebih lengkap di situsnya.

a. Dokumen umum tentang moodle:
http://docs.moodle.org/en/About_Moodle

b. Dokumen untuk pengguna – guru/pengajar:
http://docs.moodle.org/en/Teacher_documentation

c. Dokumen untuk pengelola, administrasi:
http://docs.moodle.org/en/Administrator_documentation

d. Dokumen untuk pengembang sistem informasi:
http://docs.moodle.org/en/Developer_documentation

Meskipun software ini tersedia gratis, bukan berarti tanpa biaya untuk memanfaatkannya. Tetap perlu sumber daya untuk mempelajari, mempertimbangkan, mengambil keputusan, menyiapkan, menjalankan, … bla bla bla .. lainnya.

Namun, yang pasti, jelas tidak perlu biaya atas lisensi softwarenya. Juga untuk source codenya. Jadi, kalau ada kesempatan mengurangi unsur biaya (software gratis), mengapa harus bayar?

Jawabannya, mungkin, adalah … oops, di luar kapasitas saya. he he ….

Kegiatan Akademik Semester Padat 2005/2006

Semester Padat 2005Kegiatan Akademik Semester Padat 2005/2006

Dikutip dari pengumuman Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dengan sedikit penyesuaian (jangan gunakan sebagai referensi).

Pengumuman
WD1-FE
Nomor: 073/03/Peng/2006

Kegiatan Akademik Semester Padat 2005/2006
1. Penetapan rencana studi
a. pengisian FRS : 01-03 Mei 2006
b. Penyerahan FRS : 01-03 Mei 2006
c. Pengumuman mata kuliah dan kelas setelah FRS : 20 Mei 2006
d. Perubahan (pembatalan saja) Rencana Studi : 05-06 Juni 2006
e. Pengumuman mata kuliah dan kelas setelah PRS : 10 Juni 2006
f. Pengambilan KRS dengan menunjukkan bukti pelunasan biaya SP: 20-23 Juni 2006

2. Masa Perkuliahan dan Ujian
a. Hari pertama kuliah : 29 Mei 2006
b. Ujian Tengah Semester : 26 Juni – 1 Juli 2006
c. Hari terakhir kuliah : 22 Juli 2006
d. Ujian Akhir Semester : 24-29 Juli 2006

3. Beban studi yang dapat diambil
a. 0-9 sks dengan maksimal 3 (tiga) mata kuliah (di luar responsi)
b. Perkuliahan setiap mata kuliah dilaksanakan 2 (dua) kali seminggu
+ Senin dan Kamis
+ Selasa dan Jumat
+ Rabu dan Sabtu

4.Prosedur
a. Pengisian dilakukan tanpa keharusan menempuh prosedur perwalian,
meskipun mahasiswa boleh berkonsultasi dengan dosen wali.
b. Setiap mahasiswa dapat mengisi pilihan maksimal 6 mata kuliah.
Fakultas akan menentukan matakuliah dan penempatan kelas tiap mahasiswa.
c. Semester padat 2005/2006 hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang akan
mengulang matakuliah yang telah mendapat nilai D dan E

5. Lihat petunjuk pelaksanaan semester padat 2005/2006

Dekan
u.b. PD1

Selamat belajar.

Mengapa semua soal ujian dikembalikan?

Beberapa fakultas / perguruan tinggi mempertahankan kebijakan untuk menjaga agar soal ujian (UAS, UTS, dan tugas) tidak beredar kepada umum.

Berikut ini saya kutipkan pendapat Pak HARIONO (seorang dosen sistem FE UNPAR) yang saya edit sedikit supaya cocok untuk publish di sini.

Awalnya, ide muncul dengan dua alasan :

1. Dosen berjaga-jaga kalau tidak sempat buat soal baru. Masih bisa mengeluarkan soal lama.

2. Kebiasaan mahasiswa yang mengandalakan hanya daya ingatnya dan menghafal saja catatan kuliah singkat/copy transparan/slides kuliah dan sebagainya.

Alasan yang pertama memang menjadi tidak relevan ketika edisi buku berubah tiap satu atau dua tahun.

Alasan kedua lebih dikuatirkan terutama untuk matakuiliah yang dari sananya lambat berkembang [semisal – behavioral accounting, etika, logika, matematik dan sejenisnya yang variasi soal sangat tergantung pada kreasi dosen.

Hal lain yang tak terpikir sebelumnya adalah, bahwa produksi kertas bekas untuk dijual ke pabrik Leces bisa menjadi tambahan berarti untuk kesejahteraan karyawan (seandainya) langsung tanpa perlu melalui pos penerimaan universitas atau yayasan lagi.

Menurut saya, dikumpulkan kembali berkas soal itu bukan masalah besar kalau tidak dapat disebut “bermasalah”, terutama kalau alasannya sekedar “supaya mahasiswa dapat mempelajari kesalahannya supaya ujian kedua kali bisa lebih mudah dan lulus”. Bukankah asumsi mahasiswa harus mengikuti proses pembelajaran seutuhnya merupakan jaminan besar ia akan dapat lulus ?

Pertanyaan tambahan dari saya:

  • Berapa banyak mahasiswa yang bersedia membahas kembali soal ujian sebelumnya?
  • Bila soal ujian sebelumnya perlu bagi mahasiswa (berikutnya), mengapa tidak ada peredaran contoh soal ujian meskipun di kalangan terbatas (underground)?

Apa tanggapan?